We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KALA
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 11, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Menjadi yang paling berbeda dari yang pernah ada adalah istimewa. Sebab dipertemuan selanjutnya, seluruh isi alam semesta tidak akan pernah sama. "Setelah nanti kamu pergi, sumpahku pada semesta adalah meninggalkan semua isi kamera, kanvas dan pena ku, selamanya." "Kal, aku tidak menjamin selamanya bersamamu sebab perpisahan, tidak pernah lekang oleh waktu." "Kalau begitu, beri aku jaminan untuk bersamamu, karena pertemuan selalu mempunyai alasan melakukan sesuatu." Niskala menunduk, meremas kamera milik Kala yang sedang ia genggam dengan kedua tangannya. "Ketika masa berputar, jangka yang ingin terus ku dekap adalah kamu. Waktu tidak memiliki hak untuk menjeda aku dan kamu melakukan segala sesuatu, La." "Di hidup ini, tidak ada yang bisa kamu taklukan sesukamu, Kal." "Maka dari itu, aku ingin menjadi seniman yang akan membuat segala sesuatu menjadi abadi sesuka hatiku," Kala memandang langit dari atas salah satu gedung tinggi di Jakarta. Sebab katanya, Jakarta adalah kota kasih sayang.
All Rights Reserved
#143
2023
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksa Amerta
  • save me
  • TRANSMIGRASI: Kalpasastra
  • Im's Figurans Eveline
  • Transmigrasi Queen Amoora [ END ]
  • Namamu Dalam DOA ku✔
  • GRUNT NAVAREND | Dangerous Teacher [TAMAT]
  • Brother in Love
  • Sailing With You [END]
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)

"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines