AKSARA BIRU SAMUDERA

AKSARA BIRU SAMUDERA

  • WpView
    Membaca 18
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jan 8, 2025
"Berhenti menyembah Laut dan Samudera, Aksara!" "Mereka itu Tuhan gue, dan kewajiban gue untuk menyembah mereka, Arsyilla." "Gak, Sa! Mereka bukan Tuhan, jangan hanya karena mereka itu punya tahta yang luas dimuka bumi ini, lo jadi anggap mereka sebagai Tuhan!" "Sampai kapanpun, gue gak akan pernah berhenti menyembah dan menaruh bakti pada Laut dan Samudera." *** Aksara Biru Samudera, lelaki tampan yang menganggap Laut dan Samudera adalah Tuhan, lantaran luasnya Laut dan Samudera yang hampir menguasai belahan Bumi. Arsyilla Mauren Al Ghazali, gadis cantik pecinta senja yang berusaha menyadarkan Aksara dari kebodohannya menyembah Laut dan Samudera. Apakah Arsyilla akan berhasil menyadarkan dan mengajak Aksara menuju sebuah jalan yang diridhoi Nya? Bacalah ceritaku, agar kalian tidak terombang ambing dalam rasa penasaran. ( 100% ) murni dari pemikiran ku sendiri, tak ada unsur plagiat sepeserpun didalamnya. Start : 9 Maret 2023
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#43
samudera
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Journey
  • Qiyamah Senja-completed
  • Kesedihan seorang Aira
  • ALIF (TERBIT)
  • Do'a di Sujud Terakhir
  • ARSHAKALEA (Arshaka & Azalea) [ON GOING]
  • Satuan Takdir
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • AKSARA R. A
  • Sujud Terakhir [End]
Journey

Seseorang itu pun mendekat ke arah Layla, sambil menepuk bahu Layla ia pun menoleh dalam pikirnya siapa ni orang ko nepuk bahu aing kenal emang perang batin dia "Siapa ya?" tanya Layla sopan padahal pengen ngegas "Oh iya, kenalin RANGGA LANGIT BUMANTARA" ucap laki-laki yang memiliki nama Langit "Salam kenal juga kak LAYLAWANTA ASTRALITA SENGKALA" balas Layla "Kaka panggil kamu Awan boleh?" tanya lelaki itu "Kalau begitu aku juga panggil kaka Langit ya" ikut Layla "Lucu ya nama kita saling mebutuhkan Langit mebutuhkan awan untuk terlihat indah dan Awan membutuhkan langit untuk berlabuh" jelas Kak langit "Iya ya aku ko baru sadar" sadar Layla Pengen tahu kelanjutannya, ayo baca cerita ini Maaf bila ada kesamaan nama tokoh,latar, jalan ceritanya Ini murni dari otak saya sendiri🙏🙏🙏 Hampura Jangan lupa berikan komentarnya ya Happy reading☺️☺️

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan