Lembaran Semesta

Lembaran Semesta

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 15, 2024
"Apa kau berjanji akan terus menungguku, Nona?" Ini tentangnya, Tuan yang menampar Puan pada asmaralokanya yang pertama. Mengikat Puan bersama rantai akibat janji yang terikrar pada riak hujan yang turun. Membelenggu bagai larutan karbon monoksida yang sedikit demi sedikit membunuhnya. "Mengapa kau tak mau menggenggam tanganku, Nona?" Dan ini juga tentangnya, Tuan dengan kilau yang memilukan. Terjebak bersama rayuan Puan yang menyakiti. Asmaraloka kedua, yang membuat Puan bimbang akan daksa yang telah terukir. Satu hal, yang tiada Puan lupa. Mereka, terlahir pada bulan yang ia benci lebih dari subjek asmaralokanya yang pertama. Benar, mereka si Tuan Gemini. ------------- Notes : Ini hanya titipan suatu puisi dan cerita untuk menuangkan rasa yang kupendam.
All Rights Reserved
#473
curhatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raghavan to Janaki
  • BL| I'm Pregnant With The Child Of The Traitor General In My Past Life
  • Munajat Terantah Terentah (End)
  • Moon Unfading/Di Sanshi Nian Mingyue Ye (第三十年明月夜)
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Suara Dalam Aksara

[RAMAYANA FANFIC] Di kerajaan kuno Ayodhya, kisah takdir, cinta, dan ikatan yang tak terpatahkan terungkap sepanjang masa. Vishayan, putra Raja Dasharatha dan adik laki-laki Ram yang heroik, hidup dalam bayang-bayang saudara laki-lakinya yang termasyhur. Ia terikat tugas, setia, dan didorong oleh kehormatan, namun menyimpan kekosongan yang tidak dapat dia jelaskan. Ia tidak menyadari hubungannya yang sebenarnya dengan dunia - sampai suatu hari ia bertemu Sharvani, adik perempuan Sita, seorang wanita yang dengannya ia merasakan ketertarikan yang tak dapat dijelaskan. Vishayan, yang teguh bagai senyap langit - bayangan sunyi di balik mahkota cahaya, terbenam rasa meski jiwa terbakar bara. Getar hatinya terkubur dalam senyap tak bernama, tertahan dalam bisu yang megah. "Jari-jariku gemetar ingin menyentuh cahaya, namun gelapku terlalu pekat untuk menjangkau sukma yang membara. Apakah aku begitu rapuh, hingga kata-kata pun tak dapat kuhadirkan?" Sharvani, bagai fajar yang menari di atas samudra, menari dalam senandung rasa, mengukir dunia dalam emosi yang tak terbendung, melangkah dengan irama, bagai tarian alam semesta. "Apa yang terdiam dalam hatimu, akan kutemukan dengan setiap tatapan mataku. Biarkan aku bersuara hingga hatimu turut berdetak. Jika kata-kata tak mampu menyentuhmu, maka akan ku ukir senyum penuh makna. Meski kau diam, aku akan tetap mendengarkanmu dengan seluruh jiwaku. Biarlah aku membaca cinta, bahkan dalam kesunyianmu." - RAGHAVAN TO JANAKI - [This book talks about insecurity, codependency, and how people can change with progress. Or some do not, after all.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines