Lembaran Semesta

Lembaran Semesta

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 15, 2024
"Apa kau berjanji akan terus menungguku, Nona?" Ini tentangnya, Tuan yang menampar Puan pada asmaralokanya yang pertama. Mengikat Puan bersama rantai akibat janji yang terikrar pada riak hujan yang turun. Membelenggu bagai larutan karbon monoksida yang sedikit demi sedikit membunuhnya. "Mengapa kau tak mau menggenggam tanganku, Nona?" Dan ini juga tentangnya, Tuan dengan kilau yang memilukan. Terjebak bersama rayuan Puan yang menyakiti. Asmaraloka kedua, yang membuat Puan bimbang akan daksa yang telah terukir. Satu hal, yang tiada Puan lupa. Mereka, terlahir pada bulan yang ia benci lebih dari subjek asmaralokanya yang pertama. Benar, mereka si Tuan Gemini. ------------- Notes : Ini hanya titipan suatu puisi dan cerita untuk menuangkan rasa yang kupendam.
All Rights Reserved
#2
lembar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Munajat Terantah Terentah (End)
  • Suara Dalam Aksara
  • BL| I'm Pregnant With The Child Of The Traitor General In My Past Life
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • Marrying the Short-Lived Villain
  • Aswawarman: The Lost Inscription [TERBIT]
  • Moon Unfading/Di Sanshi Nian Mingyue Ye (第三十年明月夜)

(Saya akan sangat senang apabila teman-teman berkenan memberikan voment pada karya saya ☺︎︎) Wahai tuan yang masih sejauh angan, izinkan saya menanti anda di ujung rindu. Semoga dalam setiap munajat yang kupanjatkan dapat sambutan hangat dari Tuhan. Semoga saya segera menjadi puanmu. Baca pelan-pelan, butuh kesabaran ☺︎︎

More details
WpActionLinkContent Guidelines