X'H Generation

X'H Generation

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 3, 2024
[ JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR YA] Sebuah cerita mengisahkan seorang gadis bernama Kathryn yang baru saja terbangun dari tidurnya namun dia tidak mengingat apapun yang terjadi dihari sebelumnya. Bahkan dia tidak tahu bahwa dia sudah menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan ibunya sendiri yang terjadi kemarin pagi. Ayahnya yang sangat bersikeras menyakini Kathryn pembunuhnya dia sangat membenci Kathryn hingga dia melaporkan putrinya sendiri kepada pihak berwajib. Namun kebencian ayahnya kepada Kathryn berubah drastis ketika kebenaran terbongkar saat Kathryn mengucapkan 1 kalimat terakhir yang ibunya katakan. "Nak dengarkan pesan ibu dan sampai kepada ayahmu. Dia sudah kembali, bagaimana pun caranya kalian harus bisa tutup tempatnya agar tidak ada lagi kelinci percobaan selanjutnya, berhati hatilah." Tutup Evryne sebelum akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya. °°°°° Disclaimer, isi dalam cerita akan lebih dominan sebuah chat berbetuk narasi karna sebelumnya cerita ini akan saya debutkan menjadi sebuah AU, namun karna beberapa hal saya memilih untuk mendebutkan cerita ini menjadi versi Wattpad, jadi tolong mohon dimengerti:) [ © cccipia, 2024 ]
All Rights Reserved
#108
entertaiment
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGUMPAT !
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • TIREYA
  • Funeral [ Wattys 2019 ]
  • Top Ranking [TERBIT]
  • Jurit Malam: Benteng Gelap
  • Who is She? [END]
  • Terjebak 2 Alam [S1 dan S2]

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines