[Wiratmaja Series 1]
Pindah ke Venesia tidak pernah terlintas dalam benak Sheila. Namun, seolah takdir memiliki jalannya sendiri, dan membawanya jauh dari tempat ia pernah terluka.
Sheila tahu betul rasanya sakit, kecewa, dan ditinggalkan-pernah dibuat merasa tidak berharga oleh seseorang yang dulu ia percaya.
Dulu, usianya masih muda. Terlalu mudah untuk terjerat dalam hubungan yang tidak sehat. Tapi setidaknya kini, ia bisa melihat hidup dari sudut yang berbeda-lebih sadar, lebih dewasa.
Di usia 17 tahun Sheila ditinggalkan oleh cinta pertamanya dan kehilangan bayi yang bahkan belum sempat ia beri nama. Masa muda yang cukup pilu untuk diceritakan.
Sheila berusaha memaafkan, meskipun hatinya kembali tergores setiap kali mengingat momen itu.
Sejak saat itu, Sheila tak pernah lagi membuka hati. Hatinya beku-tertutup rapat
Namun, di kota kanal yang asing dan tenang itu, hadir Jay Noah Idzes-pria yang datang tanpa banyak suara, seperti angin kencang yang tak bisa diabaikan-mengacak arah hidup yang semula Sheila jaga agar tetap tenang.
Jay tak pernah secara terang-terangan berkata ingin mendekat. Tapi Sheila paham arah geraknya, dan itu cukup untuk membuat benteng yang ia bangun mulai retak.
Jay, pria yang entah bagaimana... berhasil mengguncang hidup Sheila dengan cara yang tak pernah ia duga.
---
Ini bukan kisah cinta yang meledak-ledak. Ini kisah tentang luka yang sembuh perlahan, tentang kepercayaan yang dibangun kembali. Dan tentang jatuh-bukan yang menyakitkan, tapi yang paling lembut, paling tenang, dan paling nyata.
Kevin dan Emily menjalani hubungan friends with benefit dengan jaminan setelah mendapatkan orang yang tepat mereka akan berhenti.
Namun siapa sangka saat Kevin menemukan Zefanya justru membuatnya menyesali kesepakatan itu.
Karena di setiap langkahnya bersama Zefanya, Kevin menemukan bayangan Emily. Caranya tersenyum tipis, tatapan mata tajam tapi hangat, bahkan diam-diam cemburunya yang selalu ia anggap sepele.
Semua itu ternyata lebih dalam dari sekadar "kesepakatan sementara".
Kevin terlambat mengerti, bahwa di balik hubungan yang mereka sebut tidak ada hati, ternyata Emily sudah menjadi rumah yang ia butuhkan.
Dan kini, rumah itu perlahan menjauh darinya.