"Jeritan Luka, Bisikan Keadilan"

"Jeritan Luka, Bisikan Keadilan"

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2025
Langit malam itu kelam, seperti menyimpan rahasia gelap yang tak ingin diungkapkan. Di balik dinding dingin sebuah rumah sakit, seorang gadis kecil dengan tubuh ringkih duduk dalam diam, matanya menatap kosong pada lantai. Wajahnya pucat, menyimpan luka yang lebih dalam dari sekadar yang terlihat. Lulu Arsenandar adalah namanya, anak yang masih mencoba memahami dunia yang terlalu kejam untuk usianya. Namun, bukan hanya Lulu yang terluka. Di sekitarnya, ada hati-hati yang tergores oleh pedihnya kenyataan-seorang kakak yang merasa gagal melindungi, seorang sahabat yang dihantui rasa bersalah, dan sebuah keluarga yang perlahan-lahan menemukan kebenaran pahit di balik penderitaan mereka. Ketika kasus ini dibawa ke pengadilan, kebenaran yang tersimpan lama mulai terkuak satu per satu. Tapi Lulu memegang satu rahasia yang tak pernah ia katakan pada siapa pun, rahasia yang akan mengguncang segalanya saat diungkapkan. Namun, kebenaran ini hanyalah awal dari babak baru. Di balik semua ini, ada bayang-bayang yang lebih kelam, mempersiapkan diri untuk menyerang saat semua perhatian teralihkan. Ketika mereka mengira badai telah berlalu, mereka belum tahu bahwa luka yang lain tengah menunggu untuk dibuka. Delvan-Yunita-Kalvi-Elfina Virendra-Liodra-Arfan-Alan Bima-Viona-Afsa Gara Arsenandar-Aldara-Luina
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REKSA: The Last Bell
  • Naura & Lukanya
  • My Beloved Revenge [END]
  • Keluarga Bercerita
  • Embrace again, Arnan
  • KALANDRA with ES [END]
  • Bayang-Bayang di Balik Langit
  • Detective Vina
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT

Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines