aku sudah mati

aku sudah mati

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 12, 2023
Mendapatkan kekerasan dari orang tua, menjadi korban pembullyan di sekolah, bahkan mengalami pelecehan seksu*l. Aku. Ya, aku mengalami itu semua diumur ku yang masih terbilang kecil. Aku mengalami itu semua pada saat aku masih menduduki Sekolah Dasar. Melewati semua sendiri, tanpa menceritakan kepada siapapun. Apa aku kuat? Tentu saja. Aku kuat, bahkan sangat kuat. Namun semakin beranjak nya usia ku, semakin hilang kekuatan ku. Entahlah, aku tidak tahu mengapa, aku hanya... Aku hanya lelah. **** Aku sudah mati dan aku sendiri yang membun*h nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Akan Kuceritakan Semua Tentangku [COMPLETED]
  • AKU PERNAH ADA DI TITIK ITU
  • Paradise
  • Renjana Niskala [slow up]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • ALL MY WOUNDS
  • Broken Home [Complete]
  • DANIEL
  • Full Of Scratches

Aku menulis ini karena aku sadar, setiap orang punya permasalahan sendiri. Tapi nggak semua orang bisa keluar dari permasalahan itu. Ada yang menghindar, bersembunyi dibalik kalimat baik-baik saja, bahkan ada yang menetap. Aku dilahirkan ke bumi sebagai anak perempuan yang memiliki banyak pelajaran hidup. Sejak kecil, aku dipaksa untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri. Saat anak-anak seusiaku sibuk untuk tertawa dan bermain agar mereka bahagia, aku hanya bisa duduk terdiam sembari mengawasi mereka dari jendela rumah. Ketika anak-anak yang lain saat wisuda datang bersama dengan kedua orang tuanya, aku hanya bisa tersenyum tragis melihatnya. Saat anak-anak bergegas untuk pulang ke rumah sebagai tempat teraman baginya, aku sibuk memperlambat langkahku menuju ke rumah. Rumah pernah menjadi tempat terburuk dalam hidupku. Rumah yang seharusnya menjadi tempat terbaik agar aku bisa berlindung, justru berbanding terbalik dengan rumahku. Aku menulis ini agar kalian semua tahu, ada orang yang seperti aku. Bahkan mungkin di antara kalian yang sedang membaca ini, juga termasuk bagian dari itu. Aku hanya berharap, semoga tidak ada lagi orang yang mengalami apa yang aku alami ketika tumbuh menjadi manusia di bumi. Aku ingin bersuara, bahwa aku juga ada di bumi. Aku berhak tertawa, bahagia, dan jatuh cinta. Aku berhak untuk itu. ------- Halo, kayaknya cerita ini bakal jadi cerita yang memorable bgt buat aku pribadi. Jujur, aku berani buat nulis ini krn memang aku miris melihat masyarakat sosial kita. Harapanku, semoga kalian bisa dengan senang hati mengulurkan tangan bagi orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Tertanda, Erina Putri

More details
WpActionLinkContent Guidelines