A Key for Heart Lost

A Key for Heart Lost

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 11, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Disaat jiwaku tidak lagi memanggilmu." Ucap seorang laki - laki mengenakan jas hitam berdiri di Lorong yang gelap dan tiba-tiba ia merasakan hembusan angin dingin menusuk hingga ke tulangnya. "Bahkan hawa dingin ini semakin membekukan hatiku." "Akk! Jantungku! Kenapa...?" Ia terdiam sambil menahan rasa sakit di dadanya ketika tiba - tiba.. "Tuk-tuk-tuk-tuk". Terdengar suara sepatu hak melangkah di Lorong yang sunyi. Hembusan angin yang menusuk hingga ke tulang datang seiring dengan Langkah seseorang dari ujung Lorong. "Akhirnya anda datang juga. Selamat Datang, Tuan Kavin." Ucap seorang perempuan dengan suara yang lembut dan penuh dengan Anggun menundukan kepala lalu menatap Kavin.
All Rights Reserved
#94
lost
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE HEART (The Perfect Feeling) [COMPLETE]
  • Maginot Line (Complete)
  • Love Is You (Tamat)
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • DUNIA FLORA
  • complicated feeling | ✓
  • Amor Eterno
  • RASSYA [ON GOING]

"Kaysen, kau sedang apa?" Dari balik layar tipis itu, Kaysen tampak mengalihkan pandangan kepada Celosia yang datang membawa tanya, memasuki ruangan dan melangkah perlahan mendekatinya. Lelaki itu tersenyum hangat lalu bertopang dagu dengan kedua tangannya yang berjalinan. "Kemari. Aku sedang mengembangkan teknologi teleportasi agar bisa membawa kita ke masa depan," jelasnya dengan tak melepaskan tatapan hingga perempuan itu tiba di sampingnya. Dengan tak sabar, Kaysen menarik pinggang perempuan itu hingga terjatuh duduk dalam pangkuannya. Celosia terkesiap, meski begitu, mau tak mau ia berpegangan pada kerah jas lelaki itu dan duduk dengan kaku. "Teleportasi masa ... depan? Untuk apa?" Celosia bertanya dengan ekspresi ingin tahu. Lelaki itu tersenyum menggoda. "Agar aku bisa membawamu ke masa depan dan meyakinkan dirimu bahwa kita nanti akan bersama sampai tua," ujarnya sembari mendaratkan kecupan ringan di pelipis Celosia yang membuat wajah perempuan itu tampak tersipu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines