Guntur dan alia

Guntur dan alia

  • WpView
    Leituras 21
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, mar 22, 2023
WpInfo
Não Ficção
Aku Guntur Saputra,bisa dipanggil Guntur. Siswa kelas XII. Aku tinggi, putih, berambut pendek, dan cukup pintar. aku sekolah di sekolah Islam yang ada di Jambi. Siswa seperti kebanyakan yang lain, namun aku sangat merasa aneh dengan orang yang mengatakan "I LOVE YOU". Dulu aku memang begitu,tapi sekarang persepektif ku tentang itu berubah sejak aku yang merasakannya. Memasuki semester 2 kelas XII,aku akhirnya dapat merasakan apa itu cinta.Namun, sisi buruknya, nilai ku menurun. Aku tak bisa selalu fokus pada pelajaran, dan aku hampir tidak lulus
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • Soulmate (COMPLETE)
  • All the Baffling Thing of Being Change✔ (WAS SAVAGE LOVE)
  • My ice girl
  • Persahabatan, Keluarga Dan Cinta
  • ON THE WINGS OF LOVE [COMPLETE]
  • ALSYA
  • Mas! || ThomasKong✔
  • SXS ( Seme X Seme)
  • Dear Dany!

dari semua rumus matematika yang pernah ku pelajari, cuman satu yang belum bisa kupahami: kenapa hati bisa deg-degan tiap kali lihat sahabat sendiri jatuh cinta. Namaku Aluna. Di sekolah, orang orang manggil aku "ratu matematika"-judul yang kuterima bukan karena aku suka, tapi karena aku selalu jadi andalan pas ujian. Sahabatku ada dua: Arsen dan luci. Kami bertiga kayak sudut segitiga sama sisi-saling seimbang, saling menguatkan. Arsen, ketua OSIS merangkap bintang Pramuka, jago main gitar, dan gak pernah kekurangan kata-kata buat pidato. luci, cewek yang seolah punya dunia sendiri-bakatnya di gambar, suara merdunya, dan aksen Inggrisnya yang bikin guru pun diam. kami bertiga sudah bareng sejak kelas 10. dan di kelas 11 ini, semuanya masih sama. sampai satu hari, Arsen bilang sesuatu yang mengubah semuanya. "lu," katanya pelan waktu kami duduk di tribun belakang sekolah, "gue rasa... gue suka Luci."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo