We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Scarred Justice

Scarred Justice

  • WpView
    Reads 752
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Freya, seorang sarjana hukum yang ambisius dan percaya diri, akhirnya mewujudkan mimpinya menjadi hakim setelah melalui proses yang panjang dan sulit. Dia diterima di sebuah firma hukum ternama yang sedang membuka rekrutmen, dan di sana dia bertemu dengan Elbert, hakim senior yang terkenal integritasnya dan tidak menerima suap. Freya memiliki alasan tersendiri untuk menjadi hakim, yaitu untuk mengungkapkan kebenaran di balik kasus kakaknya yang difitnah telah membunuh pacarnya dan divonis hukuman mati. Saat Freya semakin dekat dengan Elbert, dia menemukan bahwa Elbert ternyata memiliki hubungan dengan kasus tersebut, membuatnya harus memilih antara kebenaran dan perasaannya yang mulai tumbuh. ---- Semua yang tertulis rill hasil pemikiran saya sendiri, jika ada kesamaan itu karena unsur ketidaksengajaan! ~sumber cover 'Pinterest'~
All Rights Reserved
#785
freya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Force to Marry the Devil
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Heir of 24 Hours
  • Just A Name
  • Ferrell Harland Natio
  • The Baby Of Valderic
  • Stay with you? Really?
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

More details
WpActionLinkContent Guidelines