7 Mei
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 16, 2023
Aku, kamu, dan hujan. Bertemu tanpa sengaja hingga aku harus terjebak dalam rasa yang tak pernah usai. Hati yang dulu sangat mudah dalam kata jatuh cinta kini mati rasa tak bisa mencintai siapa pun lagi selain dirinya. Cinta ku di bawa pergi oleh dia yang datang hanya sekedar singgah? "Kembali lah, aku akan terus menunggu mu" "Sebagai mana kita di pertemukan oleh hujan begitu pula kita di jauhkan oleh angin yang mengguncang" -&- Apakah bisa dirinya mencintai orang baru? Apakah bisa dirinya membuka hati untuk orang lain? "Terkadang kenangan yang indah berada di waktu yang singkat" - F "Selamat bahagia semesta ku.." *** Ini tentang dia, orang yang membuat nya jatuh cinta untuk pertama kalinya, cinta yang takkan pernah terganti dan selalu memiliki singgasana di hatinya. Sejauh mana pun dia berjalan maka semakin besar pula rasa cinta itu pada nya. *** Warning ! - plagiat menjauh, pembaca ayo mendekat - jika ada kesamaan tempat, nama, atau apapun mohon maaf karena cerita ini hasil murni sendiri. - ada kata-kata kasar harap bijak membaca - jangan lupa tinggalkan jejak jangan menghilang tiba-tiba kaya dia.
All Rights Reserved
#717
senja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • 31 Months for You (Revisi)
  • JAM 3 SORE
  • Berlian Kagastra
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines