Pengantin Pesanan

Pengantin Pesanan

  • WpView
    Reads 1,630
  • WpVote
    Votes 253
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 10, 2023
"Jangan bilang lo nyuruh gue untuk main kotor dan nyari pendonor dari pasar gelap--" "Nggak sejauh itu, Liam. Dan... mungkin nggak sekotor itu juga." Mendengar ucapan itu jelas dahi Liam berlipat lebih dalam. "Gue tahu ini nggak pantes keluar dari mulut dokter yang punya etika dan hukumnya sendiri. Tapi tolong anggap ini keluar dari mulut temen lo yang peduli dan sayang sama lo, Liam." "Nggak, Erick. Jangan ngorbanin sumpah profesi lo cuma buat gue!" Liam menentang keras. "Ini nggak akan ngelanggar apa pun, nggak akan ngorbanin siapa pun, nggak akan ngerugiin siapa pun, asal semuanya berjalan lancar dan nggak ada yang bocorin hal ini keluar." "Apa, Rick? Apa pun bakal gue bantu asal Liam nggak kayak orang sekarat yang bakalan ninggalin kita selama-lamanya." "Sakti." Liam memberikan panggilan peringatan, yang jelas diabaikan oleh kedua sahabatnya. "Kita cari istri sekaligus yang bisa donorin hatinya buat Liam." Ucap Erick tenang, meski dengan nada dan ekspresi wajah sangat serius. "Kita, what? Are you crazy?!" Liam berseru, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
All Rights Reserved
#377
perjanjian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Axceliam
  • My Boss My Husband
  • tentang sebuah rasa
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Negative? Urgent!
  • Zani & Zach ( END ✅️ )
  • Nona Gandari (Terbit)
Axceliam

"Iya sama-sama, eh iya lupa dari tadi kita belum kenalan yak? kenalin nama aku.... " Ucapan liam terpotong karena ada suara lebih tepatnya memanggil seorang gadis dan ternyata itu orangtua mereka yang memanggilnya. "Cecil sayang kamu dimana nak" Teriak ayahnya dari kejauhan sana yang masih mampu di dengar oleh Cecil. Lalu Cecil perlahan lahan mencoba berdiri dan berkata kepada Liam. "Em maaf kak aku pulang dulu ya udah dipanggil ayah sama bunda nih dan sekali lagi terima kasih karena sudah nolongin aku, dahhh kak" tambah Cecil sambil melambaikan tangannya ke liam lalu pergi dari hadapan liam begitu saja tanpa melanjutkan acara kenalannya tadi. "Yah padahal juga belum selesai kenalannya tapi malah langsung ninggal-ninggal aja!"gerutunya karena hampir saja ingin berkenalan dengan gadis mungil yang baru saja ia tolong. "Gimanapun caranya aku harus berkenalan dengan gadis mungil itu dan dapetin tuh gadis mungil. Lalu jika aku dah besar nanti aku akan menikahinya walau sampai badai menghadang pun aku akan mencarinya demi mendapatkan gadis mungil itu.......

More details
WpActionLinkContent Guidelines