My Univers

My Univers

  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 3, 2023
Dia semestaku, dia rumah sakitku, dia rumah ternyamanku, dan dia segalanya bagiku. takdir begitu kejam untuk dia yang begitu baik, kehilangan dia untuk ku adalah hal yang paling menyakitkan seumur hidup ku. Kami di pertemukan dengan rasa sakit dan luka yang sama, saling mengobati dan saling menyalurkan kehangatan satu sama lain, ku kira aku lah yang paling menderita dengan hidup ku. Ternyata dia lah laki laki yang kusebut semestaku yang selalu menebarkan senyum manisnya saat menatap ku justru lebih menderita dari yang aku kira, dengan bangganya dia menutupi segala rasa sakitnya demi melihat orang tersayang nya bahagia dengan sandiwaranya yang begitu mulus. ku buka lembaran lamaku yang begitu bahagia sekaligus menyakitkan tentang dia laki laki yang memiliki senyum indah, Mavin Algara biasa aku memanggilnya apin semestaku yang begitu berharga.
All Rights Reserved
#144
romanc
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes Of Goodbye (END)
  • VIONA [END]✅
  • Anna's Secret [END]
  • ALVINO • HIATUS
  • YOUNIVERSE (Tahap Revisi)
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • Restu Tuhan
  • Eliinaa

Sembuh bukan tentang menemukan cinta baru, bukan pula tentang melupakan jejak yang pernah tertinggal. Sembuh adalah seni merangkul luka tanpa membiarkannya menguasai, membiarkan kenangan tetap ada tanpa menjadikannya belenggu. Bukan proses yang bisa kupaksa atau percepat, melainkan perjalanan sunyi yang penuh riak-riak ingatan-tentang tawa yang dulu menghangatkan, tentang janji-janji yang kini hanya gema di lorong waktu. Aku tahu, kamu pernah menjadi rumah, tempatku pulang tanpa ragu. Namun, rumah itu kini hanya bayangan, berdinding sunyi dan berisi ruang-ruang kosong yang tak lagi menyambutku. Aku tidak ingin menghapus setiap memori, karena bagiku, kenangan adalah musim yang datang dan pergi-tak perlu diusir, hanya perlu diterima. Maka aku memilih berjalan, bukan untuk meninggalkan, tapi untuk melangkah dengan luka yang sudah kujinakkan, dengan hati yang tidak lagi mencari, tapi mengerti bahwa tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. -Sharfina

More details
WpActionLinkContent Guidelines