We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BRUTALISME

BRUTALISME

  • WpView
    Reads 816
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 15, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Eumphhh.. ah" lizzy mendorong paksa tubuh bara sehingga ciuman mereka terlepas "First kiss gue..arghhh" Bara tersenyum miring melihat reaksi lizzy yang berlebih. Tidak sampai situ bara juga membisikan sesuatu yang mampu membuat sekujur tubuh lizzy meremang "Ini baru permulaan hermosa"
All Rights Reserved
#547
obsesi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • In Someone Elses Shadow
  • Cinderrena [KARYAKARSA]
  • MORALLESS
  • Grace
  • Liandra Untuk Starla [SELESAI]
  • You Are My Destiny
  • ADIKARA ELUSIF (END)

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines