PENGABDIAN USTADZ RAHMAN [ON GOING]

PENGABDIAN USTADZ RAHMAN [ON GOING]

  • WpView
    Reads 247
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 6, 2025
Menceritakan Seorang Ustadz yang mengabdikan dirinya di pondok pesantren milik abi nya yang bernama AL Darusalam. Oh iya banyak dari pada kalian bertanya "Kenapa ustadz rahman tidak jadi gus saja. Toh kedua orangtua Ustadz Rahman adalah pemilik pondok pesantren AL Darusalam, jadi sudah seharusnya Ustadz Rahman adalah gus di pesantren AL Darusalam." Itu kan pendapat kalian kalo pendapat Ustadz Rahman kan berbeda, beliau kenapa tidak mau menjadi gus di pesantren AL Darusalam. Bukan tidak mau Ustadz Rahman menjadi Gus, sebenarnya ustadz rahman mau mau saja menjadi Gus. Tapi yang membuat dirinya tidak yakin adalah beliau belum mampu untuk mengurus semua masalah yang ada di pondok pesantren AL Darusalam. Belum lagi Ustadz Rahman harus mengayomi, mengajarkan, mendidik sekaligus membina dan membimbing dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada para santri agar menjadi generasi yang shaleh dan akram. Dan belum lagi Ustadz Rahman juga harus mengurus pekerjaan nya di kantor. Sunggu berapa lelah nya ustadz rahman jika sudah menjadi gus, pasti sangat lelah sekali. 📣📣Cerita Ini reel dari otak ku sendiri, jadi nggak ada plagiat plagiatan/copy paste🚫📣📣 "Aduh...bangsat Lo, kalo jalan tuh liat-liat. Punyak mata nggak sih Lo" ucap Aisyah dengan nada nyolot nya. "Affan. Uhkti saya tidak sengaja" ucap orang itu dengan menundukkan kepalanya. Karena menurutnya tidak boleh seseorang lelaki menatap seorang perempuan yang bukan muhrimnya. "Kenapa Lo nunduk Ha, Lo kira waja gua ada di lantai" ucap Aisyah. "Bukannya saya tidak mau menatap uhkti. Tapi saya takut dengan dosa uhkti, karena di dalam ajaran islam seorang laki laki dan perempuan yang bukan muhrimnya tidak boleh bertatap tatapan. Karena itu bisa menimbulkan zina mata uhkti" penjelasan cowok yang berpakaian yang sangat rapi dengan balutan sarung di pinggang nya dan kopiah yang berada di atas kepalanya. Lalu setelah itu laki-laki tersebut pergi meninggalkan aisyah dari caffe tersebut. "Dasar cowok aneh"
All Rights Reserved
#322
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • H2 TARIM
  • Ijbar [Selesai]
  • PERJUANGAN DOA[END]
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • cinta yang terlambat
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • 10. Saktah
  • SAYA BUKAN SEORANG GUS
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
H2 TARIM

Muhammad Abdurrahman Hasballah Kareem berusia dua puluh tiga tahun. Ia merupakan anak ke dua dari empat bersaudara ia juga anak dari seorang Kyai besar dari Pesantren Al-Ikhlas. Salah satu Pondok Pesantren ternama di daerah Jawa. Ya, Hasballah adalah seorang Gus. Hasballah baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan S2 di Tarim. Dengan tekad yang penuh, ia akan terus mengejar pendidikan sampai gelar Dr ia dapatkan. Syukurnya, ia mendapat beasiswa di tempat yang ia inginkan. Setelah fokus mengejar pendidikan sampai detik di mana dirinya sudah menginjak S3, datanglah sebuah perasaan yang Allah titipkan untuknya. Cinta pertama nya selama 23 tahun belum merasakan jatuh cinta sedalam ini. Tasbih pink. Itulah yang masih ia jaga sampai saat ini. Walau ia tak kenal dengan pemiliknya, tetapi tasbih itu kini sudah menjadi miliknya. Karena kuatnya doa Hasballah dan doa dari seorang perempuan Tarim mereka pun bertemu. Bertemu untuk menjalin hubungan halal. Memang takdir Allah sangatlah baik. Saat Hasballah mengisi acara di Yaman, ia tak hanya ingin mengembalikan tasbih itu, tetapi juga untuk melamarnya. Setelah tasbih itu sudah menjadi miliknya, ternyata Allah menyimpan rencana agar Hasballah sekalian memiliki mantan pemilik tasbih itu. "Ini tasbih kayaknya kangen sama kamu. Nih, mau pegang nggak? Sepertinya rasanya beda kalau kamu pegang lagi. Ini selalu saya bawa kemana-mana. Kadang, kalau saya menyendiri saya nggak sendiri, saya bertiga. Sama Allah dan sama dia," jelasnya panjang lebar sembari menunjuk tasbih itu. "Maaf ini sudah lumayan luntur warnanya," lanjutnya. Hasena pun mengambil tasbih kesayangan nya itu. "Iya beda," responnya. "Apa bedanya?" "Jauh lebih kendor." Pecah sudah tawa orang-orang yang berada di ruangan itu. (Utamakan vote dan komen ya!!) SELAMAT MEMBACA !!!!!! Terima kasihhhh♡♡♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines