Amerta Dye Adiwarna, gadis 16 tahun yang menjadi anak bungsu dari keluarga besar yang berprestasi. Gadis ceria, cengeng dan suka rebahan. Meta sering kali dibanding-bandingkan dengan kakak-kakaknya yang sukses dan teman sekelasnya yang pintar. Apalagi saat arisan di rumah bundanya, ia harus menghadapi sindiran pedas dari mama Tiara - ibu dari siswa peringkat dua umum.
Namun, alih-alih larut dalam rasa malu, Meta justru mulai menemukan tekadnya sendiri. Meski tak punya prestasi gemilang dan belum tahu masa depan, Meta akhirnya berani bersuara:
ia ingin jadi arsitek!
Cerita ini dimulai dari konflik keluarga yang relatable, tekanan sosial yang sering dirasakan anak bungsu, hingga kisah tumbuhnya semangat baru. Mulai merelakan rebahan yang selama ini dia sukai, dan mulai mengajak pembaca menyaksikan perjalanan dari meta si cengeng hingga jadi gadis yang mempunyai tujuan sendiri.
Piyu gadis SMA tingkat akhir yang di kenal pendiam dan jarang bicara karna sikap pendiam nya dia tidak punya teman malas mengikuti ekstrakulikuler yang ada di sekolah nya
namun Karna tragedi ini mengajarkan dia untuk berjuang Tampa pegangan dimana cinta teman dan konflik keluarga mulai bermain