The Lost Key

The Lost Key

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 14, 2023
Dalam novel ini, kita akan mengikuti perjalanan seorang arkeolog muda bernama Maya yang sedang mencari kunci kuno yang diyakini bisa membuka pintu menuju dunia lain. Sejak kecil, Maya sering mendengar cerita tentang kunci ini dari kakeknya yang juga seorang arkeolog. Maya merasa tertantang untuk menemukan kunci itu dan membuktikan kebenaran cerita yang sudah beredar selama ini. Ia memulai pencariannya dengan bergabung dengan sebuah ekspedisi arkeologi ke suatu tempat yang diyakini menjadi petunjuk untuk menemukan kunci tersebut. Namun, perjalanan Maya tidak mudah. Banyak rintangan dan bahaya yang menghadang, seperti bertemu dengan sekelompok penjahat yang juga mencari kunci, mengalami cuaca buruk, dan menghadapi makhluk misterius di hutan belantara. Tidak hanya itu, dalam perjalanannya Maya juga menemukan cinta sejati yang membuatnya semakin bersemangat untuk menyelesaikan misinya. Namun, kejadian-kejadian tak terduga terus terjadi dan membuat misinya semakin sulit untuk diselesaikan. Bagaimana kisah Maya selanjutnya? Apakah ia berhasil menemukan kunci yang dicari-cari selama ini dan membuka pintu menuju dunia lain? Atau justru harus menghadapi kegagalan besar yang membuatnya meragukan semua yang diyakininya selama ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • Lentera Lily
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • Memory of Heaven
  • Surat MISTERIUS ✔️
  • Antiqua Terra
  • ARGANN MAHESA By Vanissa Izza
  • Echoes of the Forgotten Time
  • Rahasia di Balik Pintu Terkunci

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))

More details
WpActionLinkContent Guidelines