Hujan turun deras saat dunia terasa terlalu berat untuk Dimas. Hatinya yang patah tak menemukan tempat berlabuh-hingga seseorang datang, memayunginya, basah demi dirinya.
Dimas, remaja pendiam yang baru pindah ke Bali, ingin melupakan masa lalu yang pahit: perceraian orangtua, mimpi yang kandas, dan identitas yang tak mudah diterima. Di sekolah barunya, dia bertemu Prana-ketua OSIS yang sempurna, dan Boy-si pembangkang yang misterius.
Prana memberinya rasa nyaman, Boy memberinya teka-teki. Di antara canda, luka, dan rahasia, Dimas mulai bertanya: siapa yang benar-benar melihatnya? Dan apakah hatinya siap mencintai lagi?
Ini adalah kisah tentang kehilangan, keberanian mencinta, dan menemukan kembali diri sendiri di bawah payung yang tak selalu melindungi dari hujan.
"Ja! "
"Eja~"
"Ga bisa Jaa~"
"Mau nya sama Eja~"
Ya.. Gitu deh derita punya 'majikan' yang manja nya naudzubillah.
Sebentar sebentar "Eja! " sebentar sebentar "Ejaa~".. Berisik. Pengen banget gue buang tu anak ke palung Mariana! Eh jangan ding, masa gue tega bunuh orang yang gue suka sih?
Gue Reza, seorang asisten rumah tangga yang sangaaattttt spesial tau ga? Gue nih limitidedisen, satu satunya di dunia dan di hatinya Mas Rangga tentunya. Awokawok
Tapi.. Emang nya bisa ya seorang 'pelayan' kaya gue dapetin cinta dari 'majikan' gue sendiri? Tau lah..
Ini bukan cerita yang dimana konflik besar tercipta, ini cuman cerita tentang kisah cinta yang ada ada aja dari sekumpulan remaja yang punya banyak cerita di kesehariannya. Mereka punya cara masing masing untuk mengekspresikan persaan mereka.