CLOSER | TXT

CLOSER | TXT

  • WpView
    Reads 427
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 9, 2023
"Gue cuma mau lu mati!" Angin berhembus kencang merubah langit menjadi merah darah, emosi yang tersisihkan oleh amarah kini menjadi guncangan dahsyat bagi kelima pemuda tersebut. Tidak ada yang dapat mencegah hasrat berdarah dingin seorang manusia, hingga pada akhirnya mereka pantas untuk MATI... Ia memegang erat tangan Arya, tubuh yang bersimbah darah memicu pertempuran yang sebenarnya. "Nyawa dibalas nyawa, gue harap lu gak sebego itu!" Namun, semua ini akan mencapai puncak yang sangat sejuk. Perdamaian akan menghampiri mereka yang bersikap adil. Sebuah cerita yang digambarkan dan dituliskan oleh kami semua. Imajinasi yang berkeliaran telah kami tuangkan dalam cerita ini, kalimat demi kalimat hanyalah bentuk dari semua yang kami rasakan dan bayangkan. Cerita yang terkadang absurd namun tetap menyayat hati para pendengar bahkan penulisnya sekalipun, dan inilah cerita kami _Closer Perjanjian : # Perkataan kasar tidak sepantasnya untuk ditiru. # Adegan kekarasan, dimohon untuk bersikap bijak. # Jika ada pihak yang dirugikan kami memohon maaf, kami sebagai author tidak bermaksud untuk menghina ataupun menjatuhkan pihak lain. ⚠️ No plagiarism ⚠️
All Rights Reserved
#182
kehancuran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teman Masa Gitu [ Taegyu End ]
  • TXT VS ITZY [FINISH] ✅✅
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Lima Jejak Luka
  • 𝐒𝐮𝐝𝐝𝐞𝐧𝐥𝐲 | Choi Soobin ① ✔️
  • R U M I T
  • Author Privilege: imagination | Beomgyu TXT
  • DARAH YANG SAMA - TXT (END)
  • Rona Sastra - TaeGyu Story [✓]
  • DATE OF DEATH | TXT ✓

Kita hanya teman, hanya sebatas teman. Dan akan terus seperti itu. Apapun yang kita lakukan, aku akan menganggapnya sebagai hal yang wajar dilakukan oleh seorang teman. Perihal rasa, aku sendiri tidak paham seperti apa perasaanku padamu. Mungkin kamu sudah tau alasannya, karena aku bodoh jika menyangkut urusan hati. Perasaanmu padaku pun terlihat abu-abu, tidak hitam dan tidak putih. Mari kita jalani saja apa yang ada saat ini. Karena mau bagaimanapun, kamu dan aku tidak akan pernah bisa bersatu. Bukan karena kita berbeda, melainkan karena kita sama. Bukan seperti siang yang diciptakan untuk melengkapi malam. Atau adam untuk melengkapi hawa. Dua adam tidak ditakdirkan untuk saling mencintai. Jadi, jangan lupakan fakta bahwa kita adalah teman. ___________________ __ _

More details
WpActionLinkContent Guidelines