Story cover for Andante by kang-jun12345
Andante
  • WpView
    Leituras 18
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 7
  • WpView
    Leituras 18
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 7
Em andamento, Primeira publicação em mar 14, 2023
".....
Dan begitulah cara gua dan Feron bisa sampai seakrab ini."
Tutup Alfi memberitahu Nanda.
"Gitu doang? Jadi lo berdua akrab cuma gara-gara satu cewek?"
"Yaps, beneran. Kita berdua akhirnya berdamai dengan kenyataan bahwa 'sesungguhnya dia bukan milik si burik.' Ucap Feron di sela tangisan damai kita berdua."
"Aneh banget pertemanan kalian." Sungut Nanda.
"Ya, mau gimana lagi. Namanya juga cowok, gak ada yang sama meski cewek selalu bilang 'semua cowok itu sama aja'".
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Andante à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
HUSBAND [END] cover
Ain't Your Daddy (COMPLETED) cover
the other side cover
Arsyilazka cover
KISAH KITA (END) cover
Crazy Marriage cover
My Possessive (ex) Fiancé cover
My Husband Is CEO  [End] cover
Ku Kira Kita Searah cover

HUSBAND [END]

57 capítulos Concluída

Pertemuan secara tak sengaja menimbulkan perasaan sejak kecil. Berpisah bukan hal yang mudah. Bertemu dengan gadis yang merubah semuanya. Dan sosok lelaki yang mampu berjuang dan bertahan. Sampai suatu ketika, kebenaran itu terungkap. Sreeettt.... Untungnya Alvano dengan cepat mengendalikan stir nya. Dan oh! Apa itu? Ia hampir menabrak gadis. "Aduhh..." ucap nya meringis. Ya, gadis itu adalah Nadin. Alvano turun dari mobilnya dan melihat siapa yang hampir ia tabrak. Nadin sedikit mendongak. Tatapan mereka bertemu. Nadin kaget mengapa ia bertemu lagi dengannya? Dan, astagaaa... Alvano menghela napas saat melihat sosok gadis tadi. "Untung gak mati" kesal Nadin menatap Alvano tajam. "Bukan salah saya." "Nih orang gak ada rasa rasa berdosa nya yaaa!! Bantuin diri kek, apa kek, ini gak ada rasa rasa nyesel nya!!" emosi Nadin sudah memuncak dan mengeluarkan unek unek nya. Alvano mengendikkan bahu nya acuh. Tak lupa wajahnya, ia selalu datar. "Ini sudah malam, dan gadis sepertimu tidak cocok diluar malam." Nadin melirik sekilas. "Saya tadi abis keminimarket. Trus hampir mati ditabrak sama Om Om!!!" ucap Nadin menghela napas kasar dan menegaskan ucapannya diakhir. Alvano menatap tajam Nadin, memangnya ia terlihat seperti Om Om? "Saya bukan Om mu" ucap Alvano. "Ck! TERSERAH."