Cinta Untuk Gus Haidar

Cinta Untuk Gus Haidar

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 26, 2026
15+ (Romance-religi) Aisyah memilih mengabdikan dirinya di sebuah pondok pesantren, tempat di mana ia menimba ilmu selama enam tahun. Hal itu dilakukan untuk menolak perjodohan dari orang tuanya pasca ia kembali setelah lulus mondok. Abahnya memang belum mengatakan siapa laki-laki yang ingin dijodohkan dengannya, tetapi tetap saja Aisyah ingin mencari calon pendamping sendiri. Alasan yang paling tepat adalah Aisyah menyukai pria yang merupakan anak dari pemilik pondok pesantren tempatnya menuntut ilmu. Pria itu adalah Gus Haidar, ia sempat mengajar sebelum akhirnya menjadi guru tugas di salah satu pondok pesantren yang berada di pelosok. Aisyah sendiri memilih menunggu Gus Haidar kembali, meski sebenarnya ia menunggu sesuatu yang belum pasti. Aisyah merasa patah hati dan kecewa saat mengetahui bahwa Haidar telah dijodohkan. _______________________ Cerita ini diikutsertakan dalam event writingprojectAE3. Start : 15 Maret 2023 Finish : 15 April 2023
All Rights Reserved
#477
gus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines