My First Character Template Is Raiden Ei?

My First Character Template Is Raiden Ei?

  • WpView
    Reads 25,824
  • WpVote
    Votes 2,432
  • WpPart
    Parts 74
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 4, 2026
WpInfo
Fanfic
Genshin Impact
Meninggal setelah dibunuh oleh orang yang tidak dikenalnya, Lux mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dunia lain. Seperti kebanyakan reincarnator lainnya, Lux juga memiliki jari emas atau cheatnya sendiri yang digunakan sebagai modal untuk bertahan hidup di dunia lain. Tidak terduga, dia memiliki dua cheat yaitu, 'Divine Ice Emperor' dan 'Mystic Eyes of Death Perception'. Dengan kedua itu, Lux tidak ragu kalau dia pasti akan menjadi salah satu eksistensi paling kuat selama dia diberikan waktu. Tapi baru-baru ini, Lux menemukan kalau rupanya dia masih memiliki cheat berupa Ssstem?.. Sayangnya, Systemnya masih tersegel. System itu akan terbuka setelah dia menyelesaikan semua persyaratan tertentu. Salah satu syaratnya adalah menjadi seorang pembunuh. Dengan terpaksa, dia mulai menjalani kehidupan sebagai seorang 'Assassin'. Tiga tahun berlalu, dia telah memenuhi persyaratan System, akhirnya Lux dikenal dengan gelar 'Frost Assassin'. Hanya saja ... Untuk beberapa alasan, Lux merasa Systemnya berbeda dari yang dia kira? [Ding! Persyaratan terpenuhi, Template System Character terbuka!] [Ding! Template Character diacak!] [Ding! Host berhasil mendapatkan Template Character『Raiden Ei / Shogun』dari Genshin Impact World!] [Dapatkan poin prestasi dengan Template Character Host, maka Anda bisa berbelanja apapun di Mall dengan poin tersebut!] Melihat penampilannya berubah menjadi seorang wanita cantik dewasa berambut ungu dengan kimono indah terpantul di cermin, ekspresi sang assassin tampak kaku. "Kembalikan ... Kembalikan wujud lelakiku seperti semula ..." Suara menawan, tapi dingin terdengar dari bibir wanita itu ... (Note : Don't worry, dia bisa bolak balik menjadi penampilan aslinya. Dia berubah menjadi gadis karena Templatenya, dia dapat menonaktifkan kapan saja)
All Rights Reserved
#149
fanfic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villainess Is Always Pretending to Be the Virgin Mary
  • The Villainess Is Always Pretending to Be the Virgin Mary
  • (END) Cepat Pakai : Aktor Adalah Boss
  • The Villainess Won't Let the Main Leads Break Up! (complete)

Judul Asli. : 末世:反派她总在装圣母 Author. : 雏雏菊 Sinopsis Sistem Perawan Maria menggali seorang gadis lembut, Chi Ying, dari dunia game sebagai inangnya. Melihat wajahnya yang murni, diam-diam menegaskan di dalam hatinya bahwa penampilan murni ini paling cocok dengan karakter Perawan Maria! Setelah mengikat, diketahui bahwa bunga halus itu sebenarnya adalah bos penjahat dari game tersebut! Sistem agak khawatir: Ya, seharusnya baik-baik saja, bukan? Sistem melihat Chi Ying berdiri di genangan darah, dengan cahaya Perawan Maria di atas kepalanya, memegang kepala zombie dan menangis. Dia menangis, "Ya Tuhan, mereka sangat menyedihkan." Semua orang: Apakah orang ini sakit? Melihat nilai Perawan Maria yang terus meningkat, sistem menutup matanya. Jangan kira saya tidak melihatnya! Bukankah sekumpulan kepala zombie itu dipotong olehnya?! Gu Chi memilih seorang wanita dari tumpukan zombie, dengan air mata berlinang dan darah di sekujur tubuhnya. Dia cukup curiga bahwa dia adalah orang berbahaya yang telah terinfeksi, jadi dia mengikatnya, dan menodongkan pistol ke alisnya, menunggunya bermutasi kapan saja. Wanita yang dia tunjuk dengan pistol tiba-tiba menoleh, yang sepertinya merupakan tanda mutasi. Gu Chi tampak tegas, dan hendak menembak ketika dia melihatnya menatapnya dengan penuh kasih, dia berkata, "Kamu sangat kejam, kamu pasti pernah terluka di masa lalu... Tidak apa-apa, aku tidak menyalahkanmu." Gu Chi menjabat tangannya. "..." Terima kasih atas undangannya, tapi dia tidak terluka sebelumnya. - Deskripsi dari Novelupdates

More details
WpActionLinkContent Guidelines