Sudah setengah bulan berlalu, tapi hampir tiap tengah malam ketika aku terbangun dari tidurku dan mendengar suara lolongan serigala, aku akan sulit tidur setelahnya. Dan akan berakhir sebagaimana malam malam sebelumnya.
Aku memilih menyumpal telingaku dengan earphone yang kusetel lirih lirih lalu membuka buku materi pelajaranku. Sambil tengkurap di kasur ku buka materi yang harus kuhafalkan untuk besok.
Saat sedang asyik berpikir ria,
Kudengar suara dobrakan pintu kasar.
Lalu terdengar suara kakek dan nenek seolah sedang meratap?
Perlahan ku buka sedikit pintu kamarku dan sebuah pemandangan menakutkan terpampang nyata di hadapanku.
Ada seekor serigala berwarna hitam pekat tengah berdiri di hadapan kakek dan nenek yang berlutut di hadapannya.
Bukan warna bulunya yang gelap yang membuatku takut. Melainkan karena ukurannya yang hampir setinggi tubuh pria dewasa, kurasa sekitar 2 m.
Astaga,
Makhluk apa itu?
Bagaimana ada serigala sebesar dan setinggi itu?
Bagaimana kalau sampai makhluk itu memakan kakek dan nenek?
Semua pertanyaan itu berputar putar di otakku sampai sampai aku lengah dan dorongan dari balik pintu yang cukup kuat membuatku terdorong kedalam dan jatuh terduduk ditepi kasurku.
Greb,
Sebuah tangan berukuran cukup besar menggenggam pergelangan tanganku kuat.
"akhirnya aku menemukanmu.. Luna..."
Siapa dia?
Kenapa ia memanggil nama orang lain?
Siapa luna?
Siapapun katakan, sebenarnya apa yang telah terjadi...?
tbc.
Todos los derechos reservados