Novel
  • WpView
    LECTURES 41
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., mars 5, 2025
"Lin, lo bisa bahasa Inggris kan?" keningku terlipat mendengar pertanyaan dari pemuda di hadapanku ini. Aku mengangguk sebagai jawaban. "Bahasa inggrisnya aku cinta kamu apa?" respon yang kuberikan untuk pertanyaan kali ini adalah mulut yang terbuka dan raut wajah yang kebingungan. "Lo gila kak? Lo gak tau?" saat ini aku benar-benar bingung dengan pertanyaan kakak kelasku ini. Pemuda yang sering aku panggil orang gila itu berdecak pelan. "Tinggal jawab apa susahnya sih Lin," aku lihat dia menatapku dengan senyum yang dipaksakan, seperti menahan buang air kesannya. "I love you." "I love you too." Aku tertawa sebagai respon dan pengalihan agar tidak terlihat salting. Aku bisa merasakan bahwa pipi-ku memanas hingga tanpa aku sadari orang gila itu sudah menghilang dari hadapanku, hanya suara tawanya yang masih bisa aku dengar. Ya, dia memang gila karena berhasil mengacaukan hatiku. Dan aku suka akan perasaan itu. Tertanda Jodoh Bangchan -!! <3
Tous Droits Réservés
#217
alina
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • AGGA
  • DeaSea
  • (TERSEDIA DI INNOVEL/DREAME] G E V A N C I A || END ✔
  • goevendoces ( Alamat kelamin di usia 12)
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • happy ending  Versi Ku Kapan?
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Geo&Gia [END]

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu