Story cover for come back by heyooooiii_2
come back
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 16, 2023
Pedih yang kurasakan hari ini akan ku balaskan dikemudian hari, di setiap langka kalian tak akan pernah ada cahaya yang menerangi. 

   Sakit ku hari itu akan kalian bayarkan dengan sakit dua kali lipat hari ini. 


◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇


"maaf" ucap lirih itu hampir tak terdengar

"Maaf? Untuk apa? Semuanya sudah terlambat!" sahutan itu terdengar bergetar entah rasa apa yang sedang iya tahan agar tak terlihat

"hari ini detik ini akan dimulai dimana kalian akan membayar semua rasa sakit yang kalian toreh pada diri ini kala itu." selesai mengucapkan sederet kata itu mulai terdengar langkah kaki yang menjauh

"kamu benar semuanya telah terlambat... tak ada yang bisa ku ucapkan selain maaf, mungkin ah tidak ini lah balasan yang pantas untuk orang seperti ku." 

"maaf."

Deretan kata yang tak akan pernah tersampaikan kepada orang yang dituju, hanya angin yang menyapukan semuanya. 

Terlambat untuk menyadari, terlambat untuk memperbaiki dan terlambat untuk mempertahankan. 

Semuanya telah usai sejak hari itu.

●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○
All Rights Reserved
Sign up to add come back to your library and receive updates
or
#86cm
Content Guidelines
You may also like
𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎 by jeonaliya1997
51 parts Complete Mature
𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐬𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐛𝐞𝐫𝐧𝐚𝐦𝐚 𝐓𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 * * * Membantu menemukan penyebab dibalik ditemukannya Dewi dalam keadaan mengenaskan membawaku pada sebuah pengalaman panjang. Awalnya semua biasa saja, kami datang mengucapkan bela sungkawa kepada kedua orang tua Dewi, mereka pasti terpukul telah kehilangan putri semata wayangnya. Namun semua berubah saat tanpa sengaja kulihat seorang pria datang dengan keadaan kacau menghampiri jenazah Dewi. Dia tidak menangis, tapi netranya menyiratkan suatu kemarahan, penyesalan, juga ketakutan. Berulang kali bibirnya mengucapkan kata 'maaf' tanpa suara. "Maafin gue. Lo jadi korban dari masalah gue. Maafin gue...Seharusnya gue yang ada di pemakaman ini, bukan lo, ini salah gue. Kenapa lo harus ada disana waktu itu? andai lo gak ada disana semuanya gak bakalan kayak gini. Gue masih bisa liat lo ketawa, gue masih bisa liat lo marah marah karena masuk BK, gue masih bisa liat lo pusing mikirin urusan OSIS sampe ketiduran... gue masih bisa liat lo... bujuk gue buat nikahin elo, padahal lo masih SMA. Tapi, gue janji gue bakal nyari cara supaya kita bisa ketemu...supaya, gue bisa nikahin elo sekarang. Gak peduli lo masih SMA yang penting jaga diri lo baik baik, gue bakal nemuin lo dan kita nikah... Gue janji!" *** "Ceritain ke gue apa yang terjadi sama Dewi malam itu!" "Tolong bawa aku ke dalam dunia itu, kita cari Dewi disana, jiwanya dikirim kesana sama musuh keluargaku. Tolong, kamu pasti cewek yang disebutin ramalan ini." "Lu sakit jiwa ya? Mikir dong, Dewi udah meninggal, dan orang meninggal itu ya perginya ke akhirat. Lo malah ngelantur Dewi dikirim ke dunia lain!" "Aku bukan penghuni dunia ini."
You're Here, But Not For Me by MyMiela
8 parts Ongoing
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
You may also like
Slide 1 of 10
KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan) cover
𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎 cover
Sekali Lagi (End)  cover
SalFlo cover
Maaf' (Revisi) cover
ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)   cover
You're Here, But Not For Me cover
Antara Jarak Dan Waktu cover
Love In Paris (COMPLETED) cover
Remaja cover

KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)

22 parts Ongoing Mature

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?