come back

come back

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 24, 2023
Pedih yang kurasakan hari ini akan ku balaskan dikemudian hari, di setiap langka kalian tak akan pernah ada cahaya yang menerangi. Sakit ku hari itu akan kalian bayarkan dengan sakit dua kali lipat hari ini. ◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇ "maaf" ucap lirih itu hampir tak terdengar "Maaf? Untuk apa? Semuanya sudah terlambat!" sahutan itu terdengar bergetar entah rasa apa yang sedang iya tahan agar tak terlihat "hari ini detik ini akan dimulai dimana kalian akan membayar semua rasa sakit yang kalian toreh pada diri ini kala itu." selesai mengucapkan sederet kata itu mulai terdengar langkah kaki yang menjauh "kamu benar semuanya telah terlambat... tak ada yang bisa ku ucapkan selain maaf, mungkin ah tidak ini lah balasan yang pantas untuk orang seperti ku." "maaf." Deretan kata yang tak akan pernah tersampaikan kepada orang yang dituju, hanya angin yang menyapukan semuanya. Terlambat untuk menyadari, terlambat untuk memperbaiki dan terlambat untuk mempertahankan. Semuanya telah usai sejak hari itu. ●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○
All Rights Reserved
#124
cm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Destiny ✓
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Sekali Lagi (End)
  • ALEYA~~
  • You're Here, But Not For Me
  • Love In Paris (COMPLETED)

𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐬𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐛𝐞𝐫𝐧𝐚𝐦𝐚 𝐓𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 * * * Membantu menemukan penyebab dibalik ditemukannya Dewi dalam keadaan mengenaskan membawaku pada sebuah pengalaman panjang. Awalnya semua biasa saja, kami datang mengucapkan bela sungkawa kepada kedua orang tua Dewi, mereka pasti terpukul telah kehilangan putri semata wayangnya. Namun semua berubah saat tanpa sengaja kulihat seorang pria datang dengan keadaan kacau menghampiri jenazah Dewi. Dia tidak menangis, tapi netranya menyiratkan suatu kemarahan, penyesalan, juga ketakutan. Berulang kali bibirnya mengucapkan kata 'maaf' tanpa suara. "Maafin gue. Lo jadi korban dari masalah gue. Maafin gue...Seharusnya gue yang ada di pemakaman ini, bukan lo, ini salah gue. Kenapa lo harus ada disana waktu itu? andai lo gak ada disana semuanya gak bakalan kayak gini. Gue masih bisa liat lo ketawa, gue masih bisa liat lo marah marah karena masuk BK, gue masih bisa liat lo pusing mikirin urusan OSIS sampe ketiduran... gue masih bisa liat lo... bujuk gue buat nikahin elo, padahal lo masih SMA. Tapi, gue janji gue bakal nyari cara supaya kita bisa ketemu...supaya, gue bisa nikahin elo sekarang. Gak peduli lo masih SMA yang penting jaga diri lo baik baik, gue bakal nemuin lo dan kita nikah... Gue janji!" *** "Ceritain ke gue apa yang terjadi sama Dewi malam itu!" "Tolong bawa aku ke dalam dunia itu, kita cari Dewi disana, jiwanya dikirim kesana sama musuh keluargaku. Tolong, kamu pasti cewek yang disebutin ramalan ini." "Lu sakit jiwa ya? Mikir dong, Dewi udah meninggal, dan orang meninggal itu ya perginya ke akhirat. Lo malah ngelantur Dewi dikirim ke dunia lain!" "Aku bukan penghuni dunia ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines