CHALLENGE TO FALL IN LOVE

CHALLENGE TO FALL IN LOVE

  • WpView
    Membaca 20
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Apr 14, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
Hallo guys ini ceritaku yg kedua dgn Romansa sma dan beda dari yang lain mungkin diawalnya sama tapi ga tau nanti "Menurut lu cewe yang namanya Rivya tadi cakep ga guys?" tanya Angga kepada teman-temannya. "Oh yang cewe cantik tadi"Bara langsung spontan menjawab. "Hilih lu cewe cantik aja langsung tahu"Gevan menanggapi jawaban Bara sambil memutarkan matanya.Tak heran lagi dengan temannya pemandang fisik akut itu. "Hehe, cakep gilaa mana pintar lagi"jawab Bara atas tanggapan Gevan dengan sedikit tawaan. "Yang kalian maksud itu siapa sih ?" tanya penasaran sang ketua circle Narendra. Semua teman- teman Narendra keheranan dengan ketua mereka bagaimana sang ketua tidak mengetahui ada cecan yang tadi sempat berdiri ditengah lapangan untuk menerima piala kejuaraan akademik. "Dra masa ga tahu cewe cantik ditengah lapangan tadi ?" tanya Bara keheranan. "Owh, perasaan biasa-biasa aja kaga cantik-cantik amat" sanggah Narendra. "Ya ampun Dra, gue aja pengen jadiin dia pacar gue kalo bisa udah cantik pintar lagi" ketus Bara. "Dra kalau menurut lu dia ga cantik coba buat dia jatuh cinta ama lu dan bukan lu yang jatuh cinta ? bisa ga ? nanti gue kasih motor ninja gue satu." tiba -tiba Gevan memberi tantangan atas sanggahan Narendra. "Gue tambahin motor gue juga " tambahan dari Bara. "Kalo bisa gue tambahin 20 juta, tapi kalo engga mobil kesayangan lu yang biru kita minta gimana ?" celetuk Angga. "Oke, siapa takut " jawab Narendra dengan keteguhan hati.Banwa dirinya tidak akan pernah jatuh ke dalam pesona cewe yang namanya Rivya itu. Gimana kelanjutannya ya ? Akankah Narendra berhasil membuat Rivya jatuh cinta atau sebaliknya ataukah dua-duanya yang akan jatuh cinta ? Tunggu kelanjutannya...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#48
akademik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Capricorn
  • Fake Nerd
  • GHAVARI
  • Say My Name
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Si Cuek & Si Manis [END]
  • Tingkat Tiga
  • ME & HIM ARE DIFFERENT
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Bara [REVISI]
Capricorn

"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan