Kala Lalu : Temu di 2015

Kala Lalu : Temu di 2015

  • WpView
    LECTURAS 98
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 28, 2023
ATTENTION ! Ide itu mahal. Tolong jangan menjiplak dalam alasan apapun. Terimakasih! "Ini, kan, gambar toilet." "Kok, toilet sih? ini orang tau." "Logo toilet." "Bukan. ini logo aku sama kamu." Setitik kenangan dibalik karya sederhana yang hampir memudar warnanya itu membuat si manusia tersenyum kecut. Ini hanya sebuah graffiti dari cat semprot hitam. Sepasang insan laki laki dan perempuan yang digambarkan layaknya logo toilet umum. Bedanya, ada tanda hati ditengah tengah keduanya yang nampak bergandengan tangan. Tak berkelas. Namun, berbekas di ingatan. "Aku hanya mengingat kenangannya. Tidak sedikitpun berharap untuk mengulang kembali ceritanya." Ia mengulurkan tangannya, menyapu sebuah tanda dibawah karya sederhana tersebut. #ZS
Todos los derechos reservados
#103
cintamonyet
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • JAM 3 SORE
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • BARA POSSESSIVUM
  • RAQUEENZA
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • GALANG [SELESAI]
  • Rintik Hujan
  • Morgan Story
  • KANIGARA [COMPLETE]
  • Tersimpan Di Langit Biru

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido