About What I See ; Gusion

About What I See ; Gusion

  • WpView
    Reads 965
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 17, 2024
Segalanya menjadi rumit semenjak kejadian yang tidak disangka oleh mereka, sebuah benda magis kecil yang membawa petaka bagi siapapun yang melihatnya. Juga iri hati yang sangat amat Gusion sesali, seharusnya ia tidak terjerumus terlalu dalam hanya karena ilusi busuknya hati manusia. "Aku melangkah terlalu jauh." Mobile Legends © Moonton Fanfiction by © RavenWang
All Rights Reserved
#63
aamon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • Silence Pleasure [END] - {Mlbb Fanfic } - Aamonxnatan
  • The Savior [END]
  • Lovers | Natan x Aamon [Discontinue]
  • Forever Alone
  • [BL] Sudden Omega
  • My love♡ [Aamon x Natan] (End')
  • My Hero Academia: Male reader
  • Our Hero [✔]
  • VALOROUS

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines