-MARRY THE ENEMY- [REVISI]

-MARRY THE ENEMY- [REVISI]

  • WpView
    Reads 133,426
  • WpVote
    Votes 1,130
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
follow untuk mengetahui jadwal update. ⚠17+ area! Aletha Cristiana tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir di pelaminan bersama lelaki yang paling ia benci. Liam Korolev, musuh bebuyutan yang sejak dulu hanya meninggalkan luka dan kebencian. Perjodohan itu awalnya ia tolak mentah-mentah, begitupun Liam yang sama sekali tidak menginginkannya. Namun, demi masa depan keluarga dan kepentingan besar yang tak bisa mereka hindari, pernikahan itu pun akhirnya terjadi. "Dosa apa gue bisa nikah sama lo!" Aletha menatap Liam dengan getir. "Nikah sama lo itu mimpi buruk bagi gue." balas Liam dingin. Pernikahan mereka dimulai dengan rasa benci, dendam, dan saling menyakiti. Namun seiring waktu, kebencian yang mereka pelihara perlahan berubah menjadi sesuatu yang tak terduga. Di balik amarah, ada perhatian. Di balik luka, ada cinta yang diam-diam tumbuh. Pertanyaannya, sanggupkah Aletha dan Liam menerima perasaan itu, ataukah ego dan dendam masa lalu akan menghancurkan ikatan yang baru saja tercipta?
All Rights Reserved
#277
paksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines