Melancholia

Melancholia

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 31, 2024
Ia menyadari siluet seseorang dari pintu kaca berdebu, dengan satu kaki terhimpit dada dan meja, diantara jari puntung rokok yang baru setengah habis, seorang remaja yang tidak mungkin berumur lebih dari 17 tahun terduduk sendirian. Terhenyak dan kosong adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan tatapan perempuan itu. "Hey! Tempatnya udah mau tutup" Perempuan tersebut menoleh perlahan, menatapnya dengan tajam, "ya terus?" Bajingan. "Gue kasih kopi gratis, gue kasih, selama lo pergi setelah kopinya abis" - Arenaya Winata menghabiskan hari terakhirnya di bumi dengan bercerita pada Andri, barista urakan tak tahu diri. Nafas terakhirnya ditemani janji kopi gratis, beberapa puntung rokok, dan kota yang menggelap. The perfect final act of goodbye.
All Rights Reserved
#8
quiet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alisa's Story
  • DEAR SOPHIA
  • A-KU & A-MU
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓
  • Copycat [END]
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Impossible
  • He Was My First Love

'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya. " Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya " Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu "lo itu egois lis!" "gw gk egois.." "lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!" "hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.." Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya. "aku kangen banget. Jemput aku.. Nek" Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee

More details
WpActionLinkContent Guidelines