We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HUJAN (END)

HUJAN (END)

  • WpView
    Reads 1,701
  • WpVote
    Votes 834
  • WpPart
    Parts 81
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 22, 2023
WpInfo
Non-Fiction
~Kak jangan melangkah terlalu jauh, aku gak bisa menyamakan langkah kaki ku denganmu, kamu terlalu sulit untuk dijangkau kak~ ~Berhenti untuk menyamakan langkah kaki mu dengan kaki ku, Cayara!!!" "Kak Iky sebenarnya mengenalmu itu bukan keinginanku, dan menjadi temanmu bukanlah tujuanku" ujar Caya dengan mata sendu "seiring waktu kita akan banyak kehilangan dan kedatangan seseorang caya. mengenalmu juga bukanlah pilihanku tapi waktu lebih tau dengan apa yang ia lakukan dan tentukan" Balas Risky "bener kak, jika seseorang ada yang bertanya apa hadiah terindah ditahun ini, maka hadiah terindahnya adalah menjadi temanmu" jawab caya "kau bilang mengenalku bukan keinginanmu dan menjadi temanku bukanlah tujuanmu, lantas kenapa kau bahagia cay? bingung Rizky "kak iky menjadi temanmu memanglah bukan pilihanku, tapi itu adalah pilihan tuhan. Lantas adakah yang lebih membahagiakan dari pilihan Tuhan?" ucap Caya "Jika kita tak ditakdirkan untuk menjadi sepasang kekasih tidak apa-apa kak. Tapi lihatlah sekarang Tuhan menakdirkan kita untuk menjadi teman" Ujar caya
All Rights Reserved
#232
hanya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADYRA
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • DIFFERENT[Completed]
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • save me
  • SYAKIRA how are you?
  • You Promised [END]
  • Dua Jejak (novel teaser)
ADYRA

"Gue tau,lo pasti mikir gue sakit hati apa ngak sama ledekan lo tadi pagi disekolah. Udah deh ngak usah pake ngeles segala." Jelas Azka panjang lebar,Dyra berpikir apa Azka bisa membaca pikiran orang?. "Pede bego." Ceplos Dyra. Maudy yang melihat percekcokan antara dua insan didepannya pun berdehem. Dyra dan Azka melihat kearah Maudy. "Lo berdua kalo mau pacaran bilang dong,jangan buat gue nunggu. Tau gini gue balik luan." Maudy pura - pura merajuk. "Hah,pacaran? Are you okay?." Tampak wajah Dyra terkejut. "Iya jadi ini baru jadian. Lo tau kan kalo temen lo ini gampang merajuk,dan sok jual mahal." Azka mengatakan seperti otang polos yang tanpa dosa sedikitpun. Dyra ingin protes dengan perkataan Azka barusan,namun mulutnya langsung dibekap oleh Azka. Maudy tampak mengerutkan dahinya." Kenapa lo ngak bikang gue Ra?." "Dia malu,makanya dia nyuruh gue yang bilang." Sembur Azka. Dyra sudah geram melihat tingkah Azka,mulutnya memang masih dibekap dengan tangan Azka,namun pikirannya tidak. Dyra memiliki ide. Dia langsung menginjak kaki Azka,sehingga Azka meringis dan melepaskan bekapannya dimulut Dyra. Story @ZikraSalsabila😊😍.

More details
WpActionLinkContent Guidelines