Cinta Tidak Masuk Dalam Daftar Menu
"Aku masih ingat betul saat masih duduk di kelas dua SMP. Hari itu, ulang tahun Sufyan. Bu Bahar dan Pak Bahar mengajak kami semua untuk makan malam di sebuah restoran mewah. Awalnya aku sangat senang, di pikiranku, hari ini aku akan memakai baju cantik, makan enak, dan bergembira merayakan ulang tahun Sufyan.
Namun, sesampainya di sana, aku dan ibu malah kikuk. Dimeja makan, alat makannya bukan hanya piring dan sendok, tapi ada benda-benda lain yang tidak kutahu nama dan fungsinya. Saat buku menu digilir, aku melihat angka-angka yang tertera. Mahal! Harganya dua kali lipat gaji ibuku. Aku menutup buku menu itu dengan cepat. 'Saya nasi goreng saja,' kataku.
Sebab bagiku, hanya nasi goreng yang pantas untuk lidahku. Dan cinta? Cinta juga begitu bagiku. Terlalu mewah untuk bisa kurasakan dan nikmati. Cinta tidak masuk dalam daftar menuku."