Story cover for Lukisan langit by AmalillahNidaa
Lukisan langit
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 17, 2023
Aku ingin melihat langit. Langit dengan sekelebat sapuan warna abu-abu putih disertai sedikit kilasan ungu yang terkumpul hari ini. Tak sedikit pertanyaan yang aku lontarkan detik ini. Apa warna langit di setiap lingkaran dunia ini sama? Apa aku boleh melihat warna-warna langit itu? Adakah sedikit kesempatan untukku untuk keluar memandang warna langit oranye dengan sapuan warna kuning atau hanya sekedar mengetahui bagaimana kehidupan didunia luar itu?.


***
All Rights Reserved
Sign up to add Lukisan langit to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ADIKARA ELUSIF (END) by blackcurrantbery
55 parts Ongoing
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
You may also like
Slide 1 of 6
The White Sky cover
Warna Langit (Blue Orangeade Sequel) cover
ADIKARA ELUSIF (END) cover
ID7 Fanfic - Feather of Freedom [End] cover
LANGIT END cover
Langit [Selesai] cover

The White Sky

6 parts Complete

"Apa aku terlihat seakan tak peduli apa-apa?" Salah. Aku selalu mendengarnya. Aku selalu melihatnya. Aku selalu merasakannya. Aku selalu menyentuhnya. Aku selalu mengetahuinya. Kekejaman dunia ini. Seakan angin di pagi hari, berlalu begitu saja, tetapi terasa menusuk. Suatu saat, akankah ada hal yang tersisa untukku? Meski hanya satu, aku ingin. Meski hanya 'sisa', aku ingin. "Apa aku hidup di dunia ini?"