We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lukisan langit

Lukisan langit

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 20, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Aku ingin melihat langit. Langit dengan sekelebat sapuan warna abu-abu putih disertai sedikit kilasan ungu yang terkumpul hari ini. Tak sedikit pertanyaan yang aku lontarkan detik ini. Apa warna langit di setiap lingkaran dunia ini sama? Apa aku boleh melihat warna-warna langit itu? Adakah sedikit kesempatan untukku untuk keluar memandang warna langit oranye dengan sapuan warna kuning atau hanya sekedar mengetahui bagaimana kehidupan didunia luar itu?. ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Warna Langit (Blue Orangeade Sequel)
  • A Not So Love Letters for 13!
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Photograph
  • LANGIT END
  • Cinta Tidak Masuk Dalam Daftar Menu
  • Dandelion [TERBIT]
  • Cerita Sandhyā

Lia memandang langitnya sore itu, tidak ada warna jingga atau semburat keorenan disana. Mataharinya redup dengan segumpalan awan abu-abu yang siap menumpahkan hujannya. Ia mempercepat langkahnya, berusaha secepat mungkin kembali ke rumah sebelum hujan turun dan sebelum air mata ikut membasahi pipinya. "itu kamu. Warna keorenan di sore hari. Artinya satu hari telah terlewati dan hari baru akan muncul lagi. Hari ini mungkin menyebalkan, tapi ketika kita diam sejenak dan lihat pendar keorenan itu kita tau bahwa ada hari esok yang akan menyongsong. Membawa harapan tentang hari yang lebih baik besok, dan itu kamu buatku," Tapi langit tak selalu menyajikan warna keorenan. Tak selalu jingga seperti kata-katanya 3 tahun silam. Samudra, langitmu hari ini warnanya kelabu. Dan matahari jingga itu enggan kembali padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines