Brandal
  • WpView
    Reads 425
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 16, 2023
[ ENHYPEN MAKNAE LINE ] Saka yang terpaksa pindah ke sekolah baru, karena orang tua nya bercerai. Saka bertemu dengan Juan dan Reki yang menurutnya adalah orang aneh. Tak pernah terbayangkan oleh Saka, berteman dengan mereka berdua. Saka tak pernah benar benar berteman dengan siapapun dari dulu, ia tak mudah didekati karena sifatnya yang angkuh dan sombong. Tetapi bersama dengan Juan dan Reki membuat Saka merasa di terima. Suatu masalah menimpa Saka, ia sendirian dan tak punya siapapun, tetapi Juan dan Reki merangkulnya, mengajak Saka menuntaskan masalah itu. Entah apa yang akan terjadi nantinya, tetapi yang pasti, untuk menuntaskan masalah itu, mungkin akan membahayakan keselamatan mereka. Akankah mereka berhasil mendapatkan jawabannya? Apakah mereka selamat sampai akhir? .
All Rights Reserved
#95
maknaeline
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA HAMPA
  • Annoying Brother: ENHYPEN
  • TIME LIMIT
  • HE'S DIFFERENT FROM THE OTHER || SUNGJAKE (END)
  • Bite || JakeNoo
  • POLARIS: The Academy of Magic | ENHYPEN
  • ADIK: ENHYPEN [SUNOO+02z hyungs]
  • Restless Ties
  • Baby Jungwon With HeeJaSuKe
  • More Than Friends (END)

Hampa, kata itu menjadi hal yang ada di benaknya setiap kali ia pulang ke "rumah" miliknya. Tak ada niatan baginya, untuk sekedar membuat rumahnya lebih berwarna lagi. Dunianya terasa hampa, setiap kali ia ingin mengeluh. Ia kebingungan, mencari tempat untuk bersandar, dan bercerita tentang hari-harinya yang sulit. "Rumah" miliknya memang selalu berbeda, di sana sunyi. Di sana tidak terasa seperti ada kehidupan sedikit pun, hampa. Bahkan "rumah" yang dikatakan orang-orang sebagai tempat pulang itu, tak sama baginya. "Rumah" yang dianggap sebagai dunia kasih sayang bagi orang-orang, juga tak sama baginya. Semuanya bohong, semua tentang dirinya. Yang katanya menjadi kebanggaan bagi semua orang, tanpa ada kekurangan. Berjuta-juta lara tak pernah absen dari dirinya, seakan-akan seperti tidak ada detik tanpa kebohongan baginya. Sampai kapan, ia harus merasakan semua kesunyian ini? Kapan, kehampaan ini akan usai? Di mana, ia bisa mengekspresikan dirinya, selayaknya remaja pada umumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines