ZOMBIE INVASION | RED SILVER CITY

ZOMBIE INVASION | RED SILVER CITY

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 17, 2023
1 Hari tidur dan ku terbangun ternyata dapat merubah daerahku 180 derajat. Selama ini aku tidak pergi keluar. Dan selama itu juga aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi disana. Sampai penyesalan dan rasa sakit datang, ku melihat orang - orang terkasihku menjadi mereka dan ingin menjadikanku seperti mereka. Adakah sesuatu yang bisa mengembalikan mereka? Hingga, Beberapa orang datang kepadaku. Mereka berkata ingin membantuku. Menemukan sampelnya dan mengembalikan, Kebahagiaanku. Ah tidak, lebih tepatnya kebahagiaan negeri 'Red Silver'. Cinta dan kasih mereka, sekaligus milikku.
All Rights Reserved
#47
thrill
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️
  • M E M O R Y  (On Going)
  • CADÁVER VIVIENTE
  • (END) Kiamat Kelahiran Kembali : Istri Manis Terkuat Komandan Militer
  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • Silent Scars | Orine

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines