Putri & Bang Abdi

Putri & Bang Abdi

  • WpView
    Membaca 29
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 23, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ini cerita Putri tentang asam, pahit, dan stresnya menjadi mahasiswa Sains Biology. Mulai dari tumpukan laprak, sampai mencari preparat hingga ke ujung dunia. Apa jalan menjadi ilmuwan memang sesulit ini atau hanya Putri yang sial? "Rasanya sel otak ku mulai lisis, apa ga bisa materi ini masuk ke otak pakai cara difusi!" Putri berteriak dengan frustasi, sambil menempelkan modul di atas kepalanya. Matanya telah memerah, dengan kantung mata hitam besar. Dia kelelahan karena harus menyelesaikan 3 laprak, dan menghapal materi utuk lab besok. Sementara jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi dan dia belum tertidur sama sekali. *laprak (laporan praktikum) *preparat (bahan yang akan di pratikumkan) *lisis (penghancuran atau pemusnahan biasanya pada sel) *Difusi (perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi lebih rendah)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#110
salting
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Keep Your Smile
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Waiting lockdown
  • Langkah Kecil di Dunia Farmasi
  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • LION or NASKARA Sang Pengendali Cerita
  • Asprak Galak ✓
  • My love ' My Enemy [ END ]

Aluna, satu dari sekian banyaknya mahasiswi yang merasakan pahit-asamnya kehidupan perkuliahan. Tingkat kenormalannya jauh di bawah rata-rata namun masih memiliki sekian nol persen kesadaran bersama rekan-rekannya. Berimpian mulia ingin pergi umroh dari kupon kuaci yang sering ia beli meski tak pernah memakannya. Sayang, impian mulianya itu harus tergeser paksa akan suatu keadaan mendesak yang tak begitu penting. "Saya beri waktu kamu sebanyak yang kamu mau." Sumpah, padahal ia sudah berusaha mendorong orang itu sekuat tenaga. Tapi, apakah amarah itu bisa membuat kekuatan seseorang meningkat? "Bahkan sampai ajal menjemput?" Kenapa susah sekali melepas genggaman tangannya? Apalagi posisi keduanya cukup berbahaya, salah-salah bisa membuat orang salah paham ketika melihatnya. "Tidak selama itu, pertimbangkan dengan matang." Aluna menyeringai, sebelum pernyataan dan ancaman itu sudah bercampur, ia harus melakukan sesuatu yang lain. "Jawaban itu pasti akan datang dan akan sangat memuaskan anda. Tapi, jika saya juga merasakan hal yang sama." "Baiklah, mari kita lihat ke depannya." Start : Agustus20 Finish : 14 Maret21

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan