WILLYAM (on going)

WILLYAM (on going)

  • WpView
    Reads 1,247
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 12, 2023
CTAS...CTAS...CTAS... Begitu nyaring bunyi cambukan di gudang tersebut willyam hanya bisa pasrah menahan rasa sakit di badannya. "Arghhhh,cu-cukup ayah i-ini sa-sakit sekali"ucap willyam yang kesakitan "Ini akibatnya kalau kau sudah tidak sopan kepada saya" "A-ampun a-ayah,willyam janji,willayam akan bersikap sopan kepada ayah" Arga tidak memperdulikan perkataan willyam ia terus saja mencambuk willyam hingga ia puas,setelah puas ia pergi meninggalkan gudang itu dan tidak lupa ia menendang perut willyam dengan kuat hingga willyam merikuk kesakitan dan memegang perutnya itu, sungguh ini sangat menyakitkan untuk willyam yang sudah diaiksa oleh ayahnya dan juga dia ditendang oleh ayahnya. "Arghhh sa-sakit sekali tu-tuhan,willyam rasanya tidak kuat kalau harus kayak gini ma izinkan willyam ikut dengan mama,willyam capek sama sikap ayah kayak gini ma"ucap willyam yang kesakitan perlahan ia menutup matanya karena merasa lelah. Warning ⚠️ Ini cerita murni dari pikiran author ya DILARANG MENCIPLAK ATAU MEMPLAGIATKAN CERITA AUTHOR KARENA AUTHOR UDAH CAPEK-CAPEK MIKIR ALURNYA JADI STOP BUAT PLAGIAT CERITA YA SEMUA. Terimakasih ?
All Rights Reserved
#204
wattpadremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era
  • 🦋SENJA BERCERITA (END)🦋
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐬𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐮𝐭𝐫𝐢
  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • Cinta Putih Biru (Slow Update)
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Sihir Sang Pangeran-CH【𝐄𝐍𝐃】
  • Psychopat [SELESAI]

Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?

More details
WpActionLinkContent Guidelines