We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Turning Blue.

Turning Blue.

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 3, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup mewah di luar negeri merupakan hal yang biasa di lakukan oleh single parents bersama anak gadisnya yang manja, hingga suatu ketika gadis manja ini ingin berlibur di Indonesia, dimana semua kenangan nan rahasia maminya tersimpan disana, hingga saat ini masih ada aset berharganya yang hidup. Sayang, gadis yang lahir pada empat april itu tak tahu bagaimana keaslian asal usulnya, ia Kalea Asteria. Berbanding terbalik dengan kehidupan seorang Nadiv Revelin yang tinggal di Indonesia, dengan tanggal lahir yang sama dengan Kalea namun tak serta sifatnya. Nadiv hanya di rawat oleh si mbok atau art di rumahnya sejak usia lima tahun. Dan si mbok hanya mampu menemani Nadiv sampai sore saja. Jika Nadiv bertanya kemana orang tuanya, si mbok pasti menjawab bahwa mereka bekerja keras di luar sana untuk hidup Nadiv. Namun semakin beranjak dewasa pikiran Nadiv semakin terbuka, bualan itu tak lagi bisa memasuki nalarnya. Satu satunya jejak hanyalah si mbok. ﹌﹌﹌﹌﹌ "Kar, gw udah ngedesak si mbok selama ini tapi yang gw dapet cuman ini." Ujar Nadiv sembari menyodorkan buku hitam pada Karen Narendra, sahabat karibnya sejak kecil. ﹌﹌﹌﹌﹌ "Sen, pek gw backstreet mulu, ribet banget mau kencan doang. Publish atau putus?" Pungkas gadis berambut coklat muda. ﹌﹌﹌﹌﹌ "Gw liat-liat lu gila juga ya ternyata! gw amatin sering banget ngomong sendirian, sambil manggil nama Aren... Karen.. Keren... Ku.." Ejeknya penuh kesombongan. "Lo kurang kerjaan banget sampe merhatiin gw segitunya?" Balas remeh Nadiv. "Dasar perempuan gila!" Makiannya yang membuat Nadiv tersenyum kilas yang mungkin tiada sesiapa melihat. ﹌﹌﹌﹌﹌ -ifpy my insta @rdvlpy
All Rights Reserved
#5
cheater
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • NADIRAEFAL
  • Rumah Penuh Cerita
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • DeaSea
  • Cinta Itu Polos?
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines