Memory flower

Memory flower

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 25, 2023
Gadis cantik bernama LUNARA GUZELIM, menunggu cinta dari seorang pria di masa lalunya yang menghilang 5 tahun akibat kecelakaan proyek yang sedang iya bangun. Setelah mengganti bajunya Luna langsung menuju ke meja kasih karna hari ini jadwalnya untuk menjaga meja kasir, di toko ini hanya ada 2 pegawai ya itu lunara dan nada, tugas mereka hanya sebagai kasir dan penjaga rak roti roti. Lalu lalang orang keluar masuk toko rotinya, Lunara sibuk mengurusi pelanggan pelanggan yang akan membayar sampai lah giliran pria bertubuh atletis dengan tinggi 185 cm itu untuk membayar. "kue sus satu kotak ya mas, Ini kembaliannya maaaa...ss" Ucapan lunara menggantung karna dia merasa sedikit terkejut dengan apa yang ada di hadapan dan sedang ia tatap "Terimakasih" Orang itu mengambil dengan cepat tanpa menghiraukan wajah terkejut dari Luna, Lunara hanya mampu menatap wajah datar pria tadi, Dalam hati Luna berkata (kak Han, Kakak lupa sama Luna ini Luna kak,Luna gak salah liat kan itu emang kak Han kan,).
All Rights Reserved
#907
pria
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • Senyum Untuk Luka (End)
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines