ARSYAKILA

ARSYAKILA

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 21, 2023
Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk pulang dimana kita dapat merasakan cinta,kasih sayang dan kebahagiaan.Tapi bagaimana jika tempat yang disebut rumah itu tak lagi memberi kehangatan?bagaimana kalau tempat yang disebut rumah itu hanya memberimu penat? Jadi apa definisi rumah yang sebenernya? Menggantungkan kebahagiaan pada orang lain juga bukanlah hal yang baik kerena ketika kita bukan lagi menjadi alasannya bahagia orang itu pasti akan lupa dan rasa kecewa pasti ada. Remember Self Acceptance!! karena tidak ada orang lain yang lebih mengerti dari pada diri kita sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Nama Zella
  • RUMAH (Selesai)
  • La Casa del Alma
  • RUMAH KE DUA
  • H I R A E T H
  • ILUSI
  • My beloved, My home
  • Ayah, Ibu, Kemana Aku Harus Pulang? (On going)

Semua orang lihat gue sebagai sosok ceria, random, manja... tapi mereka nggak tahu betapa hancurnya gue di balik itu semua. Gue selalu menahan luka sendirian. Bukan karena nggak percaya sama orang lain, tapi karena gue nggak butuh dikasihani. Gue bisa berdiri sendiri. Rumah? Apa itu rumah? Gue bahkan nggak tahu di mana tempat gue seharusnya pulang. "Dunia emang nggak adil, ya? Gue harus ngerti semua orang, tapi nggak ada yang sadar kalau gue juga pengen dimengerti. Gue capek." Gue selalu takut ketawa terlalu puas... karena gue tahu, setelahnya pasti ada aja masalah yang bikin gue nangis lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines