Under The Southern Lights

Under The Southern Lights

  • WpView
    Reads 1,038
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 27, 2023
Setelah menghabiskan satu minggu penuh menangisi acara pernikahannya yang gagal dilaksanakan, Rania yang tengah duduk di meja kerjanya ditemani segelas kopi dengan kesadaran dan kewarasan yang jauh dari kata stabil, memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan membeli tiket pesawat satu arah ke Naples. Siapa sangka kecerobohannya saat terlalu asyik menikmati pemandangan pagi Positano membuat ia kehilangan ponsel dan seluruh kartu dalam card holder miliknya, dan membawanya bertemu dengan Nolan, laki-laki dengan nama belakang yang terdengar tidak asing berkat wajah kedua orang tuanya yang kerap kali berseliweran di layar televisi akibat rumor perselingkuhan sang Ibunda. "This is for the best, Ran," bisik Nolan dengan air muka yang masih sulit untuk ditebak, pun masih enggan untuk menatap kedua mata perempuan di hadapannya. "I swear this is for your best." "For YOUR best, Nolan." suara tinggi Rania membuat Nolan, pada akhirnya, mendongak. "You know what? I'd rather go back to how things used to be before I met you, so I don't have to live in the present world you ruined." Barangkali pergi menjauh dari rumah bukanlah keputusan yang tepat, barangkali memang pergi menjauh dari rumah guna melarikan diri dari pelik percintaan bukanlah keputusan yang tepat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Love me later
  • TOMORROW
  • Fall In Love
  • Mutualism Symbiosis
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines