We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
garis takdir

garis takdir

  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 2, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
" Al, kita jadi jalan kan?" " Maaf Rin, gue lagi nemenin Ana di toko buku." " Ma, .amah bisa ambilin raport Arin?" " tidak bisa, Mamah sibuk." " Al, aku sakit kamu bisa anter aku ke klinik?" " Ana juga sakit." " kamu harus belajar lebih keras lagi Arin." " tapi Pah, aku udah berusaha." " Aku lelah, tolong jemput aku Tuhan." ini tentang luka dari seorang ARIN AUREFIA MIKAYLA.
All Rights Reserved
#37
aodra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • SELENOPHILE
  • Terima kasih Ravindra
  • Menyerah atau Bertahan?
  • The flower ✅
  • Stronger Than Another
  • Askara Bradipta
  • Light Of Happiness [✓]
  • Family Line
  • Shena dan Luka

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines