Rasaku
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Mar 21, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Ana seorang gadis remaja yang berusia 14 tahun kelas 2 SMP di sebuah sekolah negri.Anak yang ceria,ramah dan berwajah jutek dengan tubuh yang munyil dengan kepala yang penuh dengan imajinasi.Dia selalu mengatakan apa yang ada didalam hati dan pikiran.Gadis yang penuh kehangatan dan sangat bersemangat,espresif dan banyak bicara. Tapi suatu masa dimana kehangatan dan keceriaan yang biasa dia tebarkan dimanapun dia berada hilang secara perlahan.Diusia belia dimana semua remaja pasti sedang mencari jati diri,ingin mengenal apa itu cinta merasakan apa itu jerawat dan menstruasi.Dengan segala perubahan fisik maupun hormon,serta dari perubahan dari seorang anak menjadi gadis remaja. Cahyo remaja laki-laki berusia 15 tahun.postur tubuh tinggi dan berisi,pendiam,tenang seperti embun dipagi hari sejuk dan segar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Nikah Muda (REVISI)
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • RAKA
  • INSECURE (On Going)
  • ADA CINTA DIBALIK CADAR
  • Felicia> Januari With You

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines