Daven Gardioza

Daven Gardioza

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Daven tak paham kenapa mereka menghakiminya tanpa membiarkan dirinya menjelaskan. Dirinya difitnah melakukan sebuah kejahatan dan parahnya lagi mereka tak memberikan Daven kesempatan untuk berbicara. "Saya menyesal melahirkanmu! Seharusnya saya mengikuti kata Ayah saya untuk menggugurkan kamu!" - Aulia. "Pergi dari sini anak sialan! Jangan tunjukkan wajah brengsekmu ditempat kami!" - Darren. Daven menggigit bibirnya yang bergetar. Dia tak menyangka Ayah dan Ibunya berucap sedemikian. Hingga Daven memilih untuk pergi dari rumah yang menemaninya selama 15 tahun itu selama-lamanya. Daven berjanji, ia akan membalaskan segala rasa sakitnya suatu saat nanti. Dendamnya harus terbalas bagaimanapun caranya. ▪︎▪︎▪︎
All Rights Reserved
#352
alterego
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • 𝗧𝘄𝗶𝗻𝘀 𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗲
  • Bukan Cerita Kita
  • KAYVAN
  • DeKaNa (END)
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • A Place Called Home

Haga jadi ayahh?? [KARYA AKU ASLI YA. BUKAN TERJEMAHAN] Haga tadinya adalah seorang laki-laki biasa yang bekerja keras sedari remaja untuk menghidupi dirinya dan adiknya. Namun, sekarang Haga malah bertransmigrasi ke novel yang sering dibaca oleh adiknya. Yang lebih buruknya lagi peran Haga adalah seorang ayah yang sering mabuk-mabukan, memukuli orang, bermain dengan banyak wanita, dan melakukan kekerasan. Ditambah lagi, ia harus menjadi seorang ayah dari kedua anak kembar yang di masa depan akan menjadi antagonis dalam novel tersebut. Ini seriusann??? -Haga **** Ayah" suara anak kecil membangunkan Haga yang sedang tertidur. "Ayahh" panggilnya lagi membuat Haga merasa risih. "Ava lapar, ayah" suara anak kecil itu masih memenuhi telinga Haga. "Kalo laper masak lah" Haga yang tadinya masih tertidur dalam posisi telentang, langsung membalikkan badannya hingga memunggungi asal suara. "Tapi nggak ada makanan yang bisa dimasak, Ayah. Kian butuh makan, badannya panas" "Ayah, Ava mohon. Kian sakit. Harus makan" "Ayah" tidak henti-hentinya anak kecil itu menganggu Haga. Haga tadinya merasa risih dan kesal karena tidurnya diganggu. Namun, tak lama ia merasakan ada hal yang aneh. 'Ayah??' Mengapa ada yang memanggilnya ayah? Mana mungkin adiknya memanggil dirinya ayah 'kan. Menyadari keanehan itu, Haga langsung membuka matanya. Ia dapat melihat seorang anak kecil perempuan dengan badan yang sangat kurus dan tubuhnya penuh luka. Rambut panjangnya yang berwarna pink bergelombang juga terlihat kusut tidak beraturan. "Kamu.... siapa?" ⚠️ Warning ⚠️ - Slow update - Buat yang mau plagiat, hushhhh sana jauh-jauh, pergi dari sini

More details
WpActionLinkContent Guidelines