KATA MEREKA

KATA MEREKA

  • WpView
    Membaca 5
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 24, 2023
Kisah dimana dia mulai merasa berbeda, entah dari sudut apapun itu. Satu2 persatu dunia yang ia tinggali, mulai menghilang. Awalnya hanya satu orang saja. Namun kenapa temannya ikut disangkut pautkan. Akankah lelaki ini dapat memulai kembali dan menjalani kehidupan biasa tanpa adanya rasa trauma yang menghantuinya setiap saat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#7
died
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MENGUMPAT !
  • Kayla dan Knox
  • Trust
  • Cinta Sang Ketua Osis (The Most Wanted)
  • The Dark Side(END)
  • Legend of The Death Angel (LoDA)
  • The Bloody Secret (Tamat)
  • Hearthless.

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan