Aku, Kamu, Dan Bulan

Aku, Kamu, Dan Bulan

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Mar 23, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Alphine Zeyandra adalah laki-laki yang sangat memperhatikan orang orang di sekitarnya, termasuk perempuan yang ia cintai Ziera Astaniesa, dia dalah perempuan yang bisa dibilang beruntung sangat amat beruntung karena dialah perempuan yang Alphine cintai hingga akhir memisahkan mereka dengan sangat tragis. Takdir berkata lain tentang hubungan yang mereka jalani, tetapi bulan tidaklah memisahkan mereka, bagi Alphine bulan lah yang bisa mengingatkan kepada Ziera. Bulan dimata Alphine Zeyandra "I feel like the Moon is a very beautiful woman. She's in control." bulan merupakan gambaran semua tentang Ziera.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • My Beloved Enemy
  • BULAN (END)
  • " BYE "
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • VinRi
  • Cinta Pertama Rembulan
  • Eternal Mate : Tricolor Destiny
  • SELENOPHILE
  • Epilog Tanpa Prolog

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines