Just a Dream?

Just a Dream?

  • WpView
    Reads 271,446
  • WpVote
    Votes 25,880
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2026
Pada awalnya dia hanya menutup mata tetapi mengapa tiba-tiba terbangun di tempat asing? Apakah itu hanya mimpi? > Kata baku dan non baku. > Typo bertebaran. > Slow up.
All Rights Reserved
#166
marquess
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Who Is Called A Bird?!  || [Vol.1]
  • Baronicus:war of  prophecy magic
  • DOI ; NA JAEMIN
  • 𝐁𝐄𝐂𝐎𝐌𝐈𝐍𝐆 𝐀 𝐌𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 𝐎𝐟 𝐓𝐖𝐈𝐍𝐒 {Slow Update}
  • 𝚂𝚄𝚁𝚅𝙸𝚅𝙴 - 𝙴𝙿𝙸𝚉𝙾 [END]
  • ZODIAC (MARKNOHYUCK)
  • Hello, Princess!
  • [✓] Ocean Eyes Arc #1 [Bahasa]
  • Aku? putra seorang duke?? ||S2

Jeoran Daimont, Awakened yang dikenal tak punya hati karena bicaranya yang prontal, dan suka membuat kekacauan... kelakuannya layaknya penjahat kelas kakap. Dia berbakat, cerdas, dan licik. Seorang Awakened yang ditakdirkan menjadi sesosok yang hebat, yang hanya ada dalam seratus tahun sekali. Pemilik kekuatan Dewa, dan sikeberuntung berjalan. Dirinya juga menjadi incaran banyak kalangan, organisasi ternama, monster, bahkan kaum bangsawan. Dia unik. Spesial. Dan hebat. Si pemalas yang berbakat. Julukan lainnya. Tetapi dibalik kebrutalan dirinya, terselubung rahasia yang menyedihkan. Apa jadinya, jika dia yang dikenal tidak takut apapun dan berani... sebenarnya seseorang yang terlahir dengan jantung lemah. Dikit-dikit batuk darah, lelah sedikit nyaris sekarat, kerja sebentar pingsannya lama. Orang tidak akan mempercayai itu. Dia harus bertahan hidup dari alur dunia yang menyebalkan dan kacau. Dunia yang nyaris hancur oleh kemunculan Abyss of Flame. Desakan keserakahan manusia-manusia yang tak punya otak. Dan garis darah tubuhnya yang memaksanya mengikuti takdir yang ia benci. "Sialan! Ini tidak adil. Kenapa harus aku? Aku hanya ingin santai-santai dan hidup tenang! Kenapa kalian terus mengerumun seperti semut, hah!?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines