PULANG KAMPUANG

PULANG KAMPUANG

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 2, 2023
Pulang ke kampung halaman merupakan hal yang dinantikan bagi sebagian orang. Namun ada juga orang yang tidak menyukai pulang kampung, dan orang itu adalah Nidya. Besar di Ibu Kota membuat Nidya sedikit kaku berbahasa minang. Namun bertemu teman lama dan menyusuri banyak tempat di desa yang ada di Sumatera Barat tidak seburuk itu juga. Ps: Maaf kalau ada kesalahan dalam kata atau kalimat atau sesuatu yang berhubungan dengan minang yaa. Aku orang minang kok cuma tetap cari tau di google. Nanti bakalan ada dialog bahasa minang. Buat teman-teman yang ga bisa bahasa minang tenang ajaa nanti aku kasih translatenya okeey
All Rights Reserved
#39
minang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I HATE YOU KOMANDAN!!! {END} ✓
  • Sour Seventeen
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Sumilir [Selesai | Lengkap]
  • Sang Juragan (Gibran Danuarta) 21+
  • REZA & DINDA
  • Arsyilazka
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Abschiede, Goodbye.

{SUDAH TERBIT} LINK EBOOK TERSEDIA DI BIO Bagaimana jadinya jika Seorang Bad Girl yang Notabenenya adalah Mantan Panglima perang Geng motor terbesar di kota Amethyst, tiba-tiba dijodohkan dengan Seorang Perwira Polisi? Apakah itu akan menjadi musibah atau justru anugerah? "Laporan wajib setiap hari!" "Turuti kata kata Saya. Ini perintah!" "I Hate you, Ndan!" Seorang pria dengan 1001 aturan dan Seorang gadis yang tak bisa dikekang, bersatu dalam satu ikatan pernikahan. Hidup satu atap dan berdampingan. "Sudah diselesaikan tugasnya?" "Siap, sudah!" "Sudah makan?" "Siap, sudah!" "Sudah diminum obatnya?" "Siap, sudah, Komandan!" "Sudah cinta sama Saya?" "Siap, sud- Aah ... Komandan mah!!" Ata tersenyum lembut menatap teduh wajah cantik istrinya. "Lapor pada Saya, ya? Kalau kamu sudah mencintai Saya." "Siap, Komandan!" Filosofi batu yang bisa melebur karena tetesan air itu bukan mitos. Itu nyata, berdasarkan penelitian serta pembuktian. Sebagaimana batu yang keras, bisa dilebur oleh tetes air yang sejuk. Begitupula kerasnya hati yang terbuat dari segumpal darah, bisa melebur karena siraman cinta yang begitu tulus dan ikhlas oleh percikan arus pawarna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines