The Siblings: Bittersweet

The Siblings: Bittersweet

  • WpView
    Reads 2,971
  • WpVote
    Votes 388
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 20, 2025
Hwall: "Sebesar apapun kesalahan kalian, itu juga tanggung jawabku untuk memperbaikinya" Samuel: "Sebesar apapun pertengkaran kita, itu tidak akan pernah lebih besar dari cinta kita" Lucya: "Aku rela mengorbankan nyawaku demi menjaga kalian, para saudaraku" Riyan: "Aku tidak pernah membenci kalian, hanya saja aku takut kalian dalam masalah karena aku" Riki: "Maafkan aku yang tidak pernah menurut dan selalu membantah kalian" Tentang 5 bersaudara yang mendapat perlakuan berbeda dari orang tua mereka Perbedaan kasih sayang yang berhasil menimbulkan jarak, ego, dan amarah tersendiri dalam hati 5 anak itu Namun walaupun diluar mereka terlihat buruk satu sama lain. Namun nyatanya 5 bersaudara ini masih sangat menyayangi satu sama lain
All Rights Reserved
#155
theboyz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Resiko
  • Lara di hati Rain (𝐓𝐄𝐑𝐁𝐈𝐓)
  • Luka Si Bungsu [HIATUS]
  • RIRI NATARI [END]
  • GERRY [END]
  • Bukan Kita D.A.N
  • Kembar Tiga [END]

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines