We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rumah Tanpa Atap

Rumah Tanpa Atap

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 23, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
12 tahun kemudian... "Kinandraaa!! Ayo bangun ini sudah jam 7 kamu gamau lulus sekolah?" ucap wanita paruh baya yang hampir seluruh rambutnya sudah memutih karena usia. "ya Tuhan, oma ucapan adalah doa. Kinan sudah bangun ko tadi cuma peremin mata aja." "sana mandi, Sinta sudah menunggu kamu dibawah" Gadis kecil itu tumbuh menjadi gadir remaja yang cantik, rambut panjang hitam yang sangat indah bagai mahkota baginya. Mata bulat dan kulit putih membuatnya terlihat cantik mengunakan pakaian apapun, bahkan pakaian sekolah ia kenakan seperti pakaian yang sangat indah. Kinan menuruni tangga sambil menggendong tas ranselnya yang berwarna abu. "Sin, ayo gercep udah telat nih, makan mulu lo." ucap Kinan "dih oma liat deh, orang kita yang nungguin putri tidur ini bangun eh malah seakan Sinta yang telat bangun" balas Sinta mengadu pada oma Kinan yang sudah ia anggap sebagai omanya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Fall in love with Ghost
  • Bocah Resek Jodoh Bu Guru
  • Creepy Bangtan Dorm ✓️ [Complete]
  • Hello, "Mr. Perfectly Fine" [ HIATUS ]
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • Nikah Muda
  • U'RE MINE [END]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Juragan Tampan &  Gadis Kampung

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines