Story cover for rain by SitiAulia5
rain
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 24, 2023
Kamu itu ibarat hujan. Bisa bikin aku bahagia dan sakit di waktu yang bersamaan. 
-Pelangi-

Aku mau bilang,kalau kamu itu ibarat pelangi bagiku.  Tapi ,sepertinya selain menjadi hujan ,aku juga yang menjadi pelangi. Menampilkan kilauan warna yang indah. 
Yang ku tahu pelangi ada ,karena hujan bukan matahari. Memang tak selalu hadir,namun ia tak pernah pergi,tak selalu muncul bukan berati menghilang. 
Pertama kita bertemu ,kau hadir dalam hidupku membawa serta janji bersamamu. Kau akan selalu disampingku,menemani,dan menjagaku. Namun kau saat itu juga pergi meninggalkan janjimu dan menggoreskan luka di hatiku. Untuk kedua kalinya kita bertemu,aku terluka . Namun ,kau membawa cerita tentang rasa bahwa kau sangat menyayangiku. Tak lupa kau pun membawa serta janjimu untuk mengobati setiap luka dan mengukir senyuman bahagia di wajahku.  
Karena saat itu terjadi,maka kau bukannya akan menjadi kebodohanku yang terbesar kedua sepanjang hidupku. Karena kebodohan terbesar ku yang pertama adalah tetap mencintaimu ,tak bisa membencimu dan tak akan pernah melupakanmu. Walaupun pada akhirnya kau tetap akan pergi . Tapi aku masih berharap,bahwa kau akan kembali ... Mungkin nanti atau lusa.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add rain to your library and receive updates
or
#975hujan
Content Guidelines
You may also like
Rainangkasa #2 [END] by AmandaPutri685
38 parts Complete
Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?
You may also like
Slide 1 of 10
Rainangkasa #2 [END] cover
Bukan Salahnya Hujan (Completed) cover
a RAINBOW cover
Gadis Hujan cover
Haters and Lovers of Rain [END] cover
Ada cinta dibalik hujan turun cover
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
In a Rainy Season cover
rain untuk senja cover
Dalam Rintik yang Sama cover

Rainangkasa #2 [END]

38 parts Complete

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?